Hasil Survei PPI, 40,5 Persen Suara Tak Setuju Gerindra Gabung Jokowi

oleh -0 views
Prabowo dan Jokowi bertemu di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta.

JAKARTA – Parameter Politik Indonesia (PPI) mengadakan survei untuk mengetahui respons rakyat, terkait isu Gerindra akan bergabung dengan koalisi pemerintahan. Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan mayoritas responden tak setuju dengan wacana partai pimpinan Prabowo Subianto itu bergabung dengan Jokowi. Kata Adi di Kantor Parameter, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan hasil survei 5-12 Oktober, Adi menyebut sebanyak 40,5 persen responden tidak setuju. Sementara, 32,5 persen setuju dengan rencana tersebut. “Data survei menunjukkan ketika menyikapi agresifitas Prabowo yang terlihat ingin berkoalisi dengan Jokowi, hanya 32,5 persen masyarakat setuju. 40,5 persen tidak setuju,”

Adi menjelaskan bedasarkan pilihan partai, mayoritas pemilih PDIP dan NasDem tidak menyetujui Gerindra masuk koalisi. Selain itu, responden pemilih Gerindra dan PKS, partai yang dulu mendukung Prabowo pada pemilu 2019 juga menentang rencana tersebut.

Kelompok yang tidak setuju mayoritas adalah mereka yang waktu pemilu memilih PDIP dan NasDem. PDIP 56,8 persen dan NasDem 41,6 persen tak mau Prabowo jadi bagian Jokowi. “Ada dua partai pendukung Prabowo cukup ekstrim juga. Pemilih yang merasa memilih PKS dan Gerindra. PKS 71,2 persen, Gerindra 56 persen,” ujar Adi

Baca juga:   Sugiyatna Pastikan Kinerja Baik dan Zona Integritas WBK/WBBM Terwujud di BKKBN Sulut

Tambahnya, Untuk responden dari ormas, Adi mengatakan mayoritas kader Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah setuju Gerindra menjadi bagian dari pemerintah. Sementara, Alumni 212 dan FPI menolak keras wacana itu.
“NU 40 persen setuju, Muhammadiyah 50 persen setuju. Kemudian Persatuan Islam 90 persen tak setuju, FPI 76,7 persen tidak setuju, dan persatuan alumni 212, 80 persen tidak setuju,” sebutnya.

Adi menjelaskan reaksi tak setuju Gerindra bergabung lantaran masih terdapat anggapan Jokowi curang saat pemilu, yaitu 15,6 persen. Alasan lain ingin Gerindra jadi penyeimbang di luar pemerintah, angkanya 11,4 persen. Tak hanya itu, Jokowi masih dianggap pro asing 5 persen dan Jokowi anti-Islam 7,9 persen. Survei melibatkan 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi dipilih dengan metode multistage random sampling. Seluruh responden diwawancarai tatap muka. Margin of eror survei 3,1 persen tingkat kepercayaan 95 persen.”tutupnya.
(SulutAktual.com / Tirza Rompas

Baca juga:   Tercatat, 215 Kades Dipenjara Karena Dandes, 13 Provinsi Diawasi Potensi Penyalahgunaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.