Antisipasi Penyebaran Ranitidin, Thungari Surati Seluruh Puskesmas

oleh
Kepala Dinas Kesehatan Sangihe Joppy Thungari

TAHUNA -Dinas Kesehatan (Dinkes) segera melakukan langkah antisipasi peredaran obat yang mengandung Raniditin.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Joppy Thungari.
Menurut Thungari sesuai kajian US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) yang mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran N-nitrosodimethylamine (NDMA) di dalam obat dengan ranitidin.

Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). Zat tersebut bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

“Kami baru menerima surat dari BPOM terkait ranitidin,  karena saat ini BPOM sedang melakukan pengujian terhadap semua obat yang mengandung ranitidin” jelas Thungari.

Lanjutnya saat ini langka yang diambil Dinas kesehatan menghentikan sementara penggunaan ranitidin sampai ada penjelasan resmi dari BPOM.

“Belum ada langka penarikan terhadap jenis obat yang mengandung ranitidin sesuai dengan surat BPOM, langka yang kami ambil adalah menyurat ke semua Puskesmas yang ada,  agar tidak memberikan resep obat yang mengandung ranitidin guna mencega hal-hal yang tidak di inginkan,  sembari menunggu hasil pengujian dari BPOM” imbuh Thungari sambil meminta semua dokter praktek juga melakukan hal yang sama.

Baca juga:   KPM Capai 9604 Keluarga, 9,6 Ton Rastra Disalurkan Tiap Bulan

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.