Trayek Tahuna-Belengan Dishub Terkesan ‘Lepas Tangan’

oleh -1 views
Kepala Dinas Perhubungan Sangihe Frans Poraouw

TAHUNA -Keberadaan taksi trayek Tahuna-Belengan yang merupakan angkutan resmi khususnya plat kuning yang melayani transportasi berdasarkan aturan akhir-akhir ini mengeluhkan terkait keberadaan tempat mangkal. Pasalnya sejak tidak beroperasinya Terminal Tona puluhan kendaraan ini seakan-akan tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah khususnya Dinas Perhubungan selaku instansi teknis.

Kenapa tidak, sejak ‘diusir’ dari seputaran kawasan Megaria Super Market, kini nasib puluhan sopir angkutan luar kota tersebut harus bersaing secara tidak sehat dengan kendaraan taksi non trayek yang keberadaannya sampai sekarang masih kontrofersi akibat sebagian besar tidak mengantongi ijin.

“Kami jelas-jelas taksi yang memiliki ijin trayek sekaligus segala pemenuhan persyaratan angkutan kami penuhi dan kami bayar retribusi. Tapi kenapa seakan-akan kami menjadi angkutan yang disepelekan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan”, jelas sejumlah sopir tersebut.

Lebih lanjut mereka menyatakan sebelumnya kami diijinkan untuk mangkal di seputaran Megaria Super Market pusat kota Tahuna, tapi saat ini kami malah diusir dan dituding menjadi penyebab kemacetan.

Baca juga:   Rangkul Sekam Dan Seksi Pemerintahan, Kecamatan Manganitu Gelar PKS

“Tapi kenapa sejumlah taksi non trayek yang tidak memiliki ijin resmi justru dibiarkan untuk berada di kawasan tersebut”, ujar mereka kembali yang menilai Dinas Perhuhungan justru terkesan lepas tangan.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Sangihe Frans Poraouw ketika dihubungi justru terkesan cuek dan menganggap persoalan ini sepele.

“Saya sudah memberikan ijin kepada trayek tersebut untuk tetap mengangkut penumpang di kawasan Megaria super market. Tapi hanya satu kendaraan yang akang jalur sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan”, jelasnya.

Disinggung soal adanya pengusiran dari Satuan Lantas Polres Sangihe, Poraouw menyatakan bisa saja diusir karena sudah beberapab kendaraan yang mangkal.

“Kalau ada keluhan diusir aparat Polantas mungkin mereka sudah menumpuk sehingga mengakibatkan kemacetan”, imbuh Poraouw yang terkesan menyepelekan angkutan resmi ini.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.