Meriahkan HUT RI Ke-74 Gaghana Minta Lomba Kecepatan Perahu Dan Pamboet Jadi Ivent Tahunan

oleh -5 views
Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME ketika melepas lomba kecepatan perahu tradisional di Teluk Petta

TAHUNA -Dalam memeriahkan perayaan HUT RI Ke-74 tahun 2019 ini, ada terobosan baru yang dilakukan masyarakat di sejumlah Kampung di Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) dalam hal ini Petta Raya. Dimana pada Selasa (30/7/2019) menggelar lomba kecepatan perahu tradisional dan pamboet. Kegiatan ini sendiri akan berlangsung dari tanggal 30 Juli hingga akhir Agustus mendatang.

Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME ketika menghadiri sekaligus membuka lomba ini mengatakan, dirinya menyambut baik kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi pemuda yang ada di Petta Raya mempersatukan semangat dalam pemahaman bersama.

“Dukungan kami kiranya kegiatan lomba perahu tradisional dan pamboat ini tidak akan terhenti sampai disini, akan tetapi kegiatan ini akan menjadi kegiatan permanen,” ungkap Gaghana.

Olehnya Gaghana meminta Camat Tabut dan Kapitalaung se Petta Raya agar dapat berkoordinasi dengan Kadis Pariwisata terkait dengan kegiatan lomba perahu tradisional dan pamboat.

Baca juga:   Esekutif Legislatif Setujui Perubahan Perda No 1 Tahun 2016

“Ini dapat dijadikan kegiatan permanen di Tabut supaya bisa diisi dalam even Sangihe selain Festival Pesona Sangihe,” jelas

Gaghana sambil menitipkan agar even ini betul-betul menjadi perhatian kita semua, sekaligus partisipasi dari masyarakat dapat mendorong kegiatan ini.

Sementara itu Ketua Panitia lomba perahu tradisional dan pamboat Denny Abram mengatakan, tak lain dilaksanakan lomba ini untuk menyatukan seluruh warga Petta. Karena menurutnya, selama ini kedekatan antar masyarakat itu masing-masing dengan kesibukanya.

“Jadi latar belakang dilaksankan kegiatan ini guna memperkuat persatuan dikalangan Petta Raya. Karena sejak dimekarkan pada tahun 2006 silam masyarakat disini hidup dengan kesibukan masing-masing,” ujar Abram.

Ditanya kenapa harus lomba perahu. Kata dia, melihat keseharian masyarakat Petta lebih ke perahu dibanding dengan hal lainnya.

“Karena di Petta itu keseharian masyarakat lebih cenderung dengan perahu, ini juga lebih digemari oleh masyarakat. Serta dengan terlaksankanya kegiatan ini diharapkan tali silaturahmi dapat terbangun, kebersamaan dapat menyatu,” beber Abram.

Baca juga:   Warga Keluhkan Retribusi Masuk Pelabuhan Tahuna

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.