Pembunuh Pendeta Claarce: Kabur dari Lapas hingga Kena 3 Kasus

oleh -1 views
Wadir Kriminal Umum Polda Papua (tengah) bersama Wakapolres Jayawijaya, Kasat Reskrim Polres Jayawijaya memberikan keterangan pers.

PAPUA – Fakta baru terkuak ketika kasus pembunuhan terhadap pendeta Claarce Rinssampesy sudah masuk ke persidangan.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Jayawijaya Febiana Wilma Sorbu menyebutkan dua dari tiga terdakwa dalam kasus tersebut pernah jerat beberapa kasus pidana. Tiga terdakwa yang sudah diserat ke kursi pesakitan itu adalah Akiok Wuka, Ceve Kosy dan Maikel Sabulai.

Febiana mengatakan Akiok Wuka dan Maikel Sabulai merupakan residivis sehingga akan menjadi pertimbangan dari JPU untuk memberikan tuntutan di pengadilan.

“(Residivis) akan masuk tuntutan dalam hal-hal memberatkan. Itu residivis sudah beberapa kali dan kami juga akan lihat dari putusan pidana terdahulunya yang putusan terbaru,” Minggu (7/7/2019).

Dua orang terdakwa tersebut, kata dia, kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Wamena tanpa menyelesaikan utang masa tahanan, serta bersekongkol yang berujung kepada penikaman pendeta.

“Saya usahakan semua saksi ada supaya dakwaan kami bisa terpenuhi. Khusus terdakwa Akiok Wuka sebelumnya ada tiga perkara yang dilakukan,” katanya.

Baca juga:   Meregang Nyawa Saat Memancing, Opa Ndeho Diduga Sakit

Dalam kasus ini, jaksa mendakwa ketiga pembunuh pendeta Claarce Rinssampesy dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Untuk dakwaannya kemarin, kami pakai 365 ayat 4 KUHP. Ancaman hukuman di atas 15 tahun,” katanya.

Diketahui, aksi pembunuhan pendeta terhadap Claarce Rinssampesy terjadi pada Desember 2018 lalu. Tiga orang terdakwa itu terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan senjata karena berusaha melawan petugas saat ditangkap.

Sumber/ Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.