Tragis! Begini Kisah Hidup Pria Terkaya yang Sumbang 28 Kg Emas untuk Monas

oleh -14 views
Monumen Nasional (Monas)

JAKARTA – Masyarakat Indonesia telah mengetahui bahwa puncak Monumen Nasional (Monas) yang berbentuk seperti nyala api terbuat dari emas seberat 38 kg. Namun, tahukah kamu bahwa sebesar 28 kg emas tersebut berasal dari pengusaha kaya raya asal Aceh, Teuku Markam?

Teuku Markam merupakan sosok pahlawan bagi Indonesia. Ia adalah pengusaha yang tajir pada zaman pemerintahan Presiden Ir Soekarno. Ia merupakan pahlawan Tanah Air yang memperbaiki ekonomi Indonesia kala itu.

Semasa hidupnya, pria kelahiran Aceh Utara ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat yang didanai oleh Bank Indonesia. Teuku Markam merupakan jebolan militer yang beralih ke dunia bisnis.

Teuku Markam
Teuku Markam

Ia terjun ke dalam bisnis dan mendirikan PT Karkam dan banyak berjasa dalam pembangunan Indonesia. Teuku Markam berjuang melalui hartanya yang berlimpah dan sumbangsihnya sangat bermanfaat bagi bangsa.

Pria kelahiran tahun 1925 ini telah bergelut dalam bisnis di berbagai sektor sedari dulu. Berbagai bisnis ditelateninya, mulai dari ekspor impor, besi beton, sampai plat-plat baja.

Baca juga:   Benarkan Soal 15 Kali Transferan, Begini Pengakuan Vanessa Angel

Dengan segala macam bisnis yang digelutinya, tak heran akhirnya Teuku Markam menjadi sangat kaya dan namanya pun disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Indonesia.

Salah satu bentuk nyata sumbangsihnya untuk Indonesia adalah emas yang bertengger gagah di puncak monas. Meski tak ada dokumentasinya, namun banyak yang meyakini bahwa sosok Teuku Markamlah yang menyumbangkan 28 kg emas.

Tak hanya itu saja jasa tokoh Aceh ini, Teuku Markam juga ikut andil dalam pembebasan lahan Senayan untuk menjadi pusat olah raga.

Kabarnya, Teuku Markam pun turut membiayai berbagai macam hal yang terkait dalam melepaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Konglomerat yang dekat dengan Soekarno ini juga ikut mensukseskan KTT Asia Afrika.

Namun, nahas. Setelah sedemikian banyak jasa yang ia berikan untuk Indonesia, ia justru tak mendapatkan balasan yang layak dan setimpal. Ia justru tak dianggap dan diakui oleh negara.

Baca juga:   Soal Polemik 'Tampang Boyolali' Mendagri Bela Bupati

Saat pemerintahan Soeharto, Teuku Markam diciduk dan dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan terlibat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia juga dianggap sebagai kaum penyembah Soekarno dan akhirnya Teuku Markam dijebloskan ke penjara pada tahun 1966.

Penderitaannya bukan hanya mendekam di penjara. Perusahaan miliknya, PT Karkam miliknya yang telah menyumbang dana demi pembangunan ekonomi diambil dan menjadikannya milik negara.

Yang lebih ironis, tak ada harta sedikitpun yang disisakan untuk keluarga dan anak-anaknya.

Singkat cerita, selepas keluarnya ia dari penjara, hidup Teuku Markam tak kunjung membaik. Ia masih sering mendapat hinaan dari orang-orang karena dianggap sebagai antek PKI. Bahkan, sampai ia tutup usia.

Sumber/ WE Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.