Pengucapan Syukur Minahasa Selatan, Ditetapkan Tanggal 14 Juli 2019

oleh -7 views

MINSEL – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) bersama Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Badan Antar Umat Gereja (BAMAG) menetapkan pengucapan syukur tahun 2019, akan dilaksanakan pada Minggu tanggal 14 Juli mendatang

Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu SE, dalam himbauannya kepada warga Masyarakat Minahasa Selatan, agar dalam merayakakan Pengucapan Syukur, untuk merayakan dengan kesederhanaan, dan dapat memaknai ucapan syukur dengan sesungguhnya, agar berkat yang diberikan Tuhan kepada warga masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Saya menghimbau kepada seluruh wargaku di Minahasa Selatan untuk dapat merayakan pengucapan syukur dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna, serta memperhatikan berbagai aspek, seperti aspek sosial, sehingga makna pengucapan syukur dapat kita maknai dengan sesungguhnya, dan hindari berbagai bentuk pemborosan,” Himbau Bupati Tetty Paruntu.

FB_IMG_15603174849228478

Dikatakan Bupati CEP, Faktor keamanan dan ketertiban masyarakat juga menjadi hal yang penting, khususnya pengendalian diri, untuk berani katakan tidak pada Miras, Premanisme, yang dapat memicu atau berpotensi timbulnya konflik atau perselisihan dalam masyarakat, untuk itu warga masyarakat agar terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan unsur Forkopimca.

Baca juga:   Resmi Legal dan Berlabel, Bupati Minsel Tetty Paruntu Launching "CapTikus 1978"

“Jelang pelaksanaan pengucapan Syukur, mari kita rayakan dengan kesederhanaan dengan menghindari pemborosan, marilah kita menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik, dalam menyambut para tamu dari luar Daerah yang berkunjung ke Minahasa Selatan,” Tambah Bupati Tetty Paruntu.

Tetty’pun menghimbau agar dalam perayaan pengucapan syukur agar warga masyarakat dapat memperhatikan faktor kebersihan, dengan menggunakan wadah ramah lingkungan dalam setiap kegiatan, arus lalu lintas selama pelaksanaan harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Beliapun mengatakan agar, “Perayaan pengucapan syukur ini janganlah selalu diidentikkan dengan pesta pora. Akan tetapi momentum perayaan ungkapan syukur juga adalah wadah silaturahmi antara sanak saudara dan kerabat” Ujar Bupati

( Andy Runtunuwu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.