Polisi Ungkap Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia via Kapal Pesiar

oleh -7 views
Rilis kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

JAKARTA – Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Polri berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkoba dengan modus baru. Kali ini para penyelundup menggunakan kapal pesiar atau Yacht untuk melancarkan aksinya.

Sementara jumlah narkoba yang mereka selundupkan berupa 37 kilogram sabu yang dikemas dalam kemasan teh cina.

Sindikat ini diawaki oleh beberapa orang, yakni MHS, sebagai pengendali yang menunggu kiriman di Jakarta, SHN sebagai nakhoda, dan RHM sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Kapal ini juga ditumpangi oleh MIF dan SLH, yang menyembunyikan narkoba di bagian Dapra (bantalan) kapal. Lalu ada lagi IKZ, yang bertugas untuk menjemput barang di pelabuhan dan mengedarkannya di Jakarta. Semuanya merupakan warga negara Malaysia.

“Pada hari Selasa tanggal 4 Juni 2019, sekitar pukul 09.30 WIB, Satgas NIC telah menangkap 4 WN Malaysia MIF, SHN, SLH dan RHM di atas Kapal Pesiar (YACTH) Malaysia Karenliner di Dermaga Batavia Marina,” kata Wadir Tipid Narkoba Bareksrim Polri, Kombes Krisno Siregar, di Batavia Marina, Kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019).

Baca juga:   Polres Minahasa Gelar Konferensi Pers Penangkapan 3 Pelaku Pengedar Trihexypenidyl
Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Tak lama, polisi menangkap IKZ di Dermaga Marina dan MHS di Hotel Aston Pluit, Penjaringan. Para pelaku mengaku modus ini baru pertama kali mereka lakukan.

“Mereka masuk ke dermaga untuk kapal pesiar, transaksi bukan ship to ship, tapi ship to dermaga,” kata Krisno.

“Kalau biasanya, kita menemukan kapal ikan, harganya tidak mahal. Saat ini sangat amat jarang menggunakan kapal pesiar,” tutur Krisno.

Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni dua buah koper hitam berisi 37 bungkus plastik hijau dengan tulisan China berisi kristal putih diduga sabu dengan berat total (bruto) 37 Kilogram; 1 unit kapal pesiar Malaysia Karenliner beserta surat-surat, 6 paspor Malaysia, dan 10 handphone berbagai merek.

Saat ini, keenam tersangka telah ditangkap polisi. Mereka sudah bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap sindikat jaringan narkoba internasional dan mengejar beberapa orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga:   Sosok Mahasiswi Selingkuhan Dosen, Tantang Si Pria untuk Pilih Dirinya atau Istri Sah saat Digerebek
Rilis kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Rilis kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Barang bukti kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

“Rencananya untuk mengembangkan kasus ini, DPO terlibat sudah ada dua nama. Yang pasti kepolisian Malaysia sudah dibangun,” tutup Krisno.

Para tersangka dijerat dengan dakwaan primer, yakni Pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 AYAT 1 uu RI no.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling maksimal yaitu Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

Tersangka kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Tersangka kasus jaringan narkotika Indonesia-Malaysia dengan kapal pesiar di Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Atau dakwaan subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

Sumber/ Kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.