Ular Bermata Tiga di Australia Hebohkan Dunia

oleh -7 views
Seekor anak ular bermata tiga ditemukan di Australia, Para ilmuwan mengaku belum pernah melihat ular bermata tiga sebelumnya.

Australia, – Seekor ular bermata tiga telah ditemukan di Australia bagian utara dan penemuan itu memicu kehebohan karena menurut para ilmuwan keunikan fisik seperti itu sangat jarang ditemukan di dunia.

Ular berjenis sanca karpet itu ditemukan di dekat Humpty Doo, sekitar 40 kilometer sebelah tenggara Darwin. Reptil sepanjang 40 cm itu, menurut para ahli, memiliki satu mata tambahan di bagian atas kepalanya akibat mutasi alami.

Sampai hari ini saya belum pernah melihat ular bermata tiga,” kata David Penning, pakar biologi dari Missouri Southern State University, Amerika Serikat seperti dilansir Live Science.

Saya pernah melihat ular berkepala dua dan beberapa bentuk kelainan pada kepala ular, tetapi tak ada yang seperti ini,” imbuh dia.

Keheranan yang sama juga dirasakan oleh Bryan Fry, peneliti ular dari University of Queensland, Australia.

Baca juga:   Leonid Rogozov, Dokter yang Nekat Operasi Dirinya Sendiri karena Tak Ada Lagi yang Bisa Membantunya
Ular sanca bermata tiga ditemukan di Australia. Reptil aneh ini mati tak lama setelah ditemukan.
Ular sanca bermata tiga ditemukan di Australia. Reptil aneh ini mati tak lama setelah ditemukan.

Setiap anak (ular) mengalami mutasi, tetapi yang satu ini sangat aneh,” kata Fry kepada BBC.

Saya belum pernah melihat ular bermata tiga sebelumnya. Tetapi kami pernah meneliti kobra berkepala dua di laboratorium kami,” imbuh Fry.

Sayangnya, ular bermata tiga yang ditemukan pada Maret lalu kini telah mati. Ia diduga susah makan, karena kondisi fisiknya yang unik. Ular malang itu diperkirakan berusia dua bulan. Ia mati pada pekan lalu.

Adapun hasil pindai sinar X terhadap tengkorak ular tersebut ditemukan bahwa binatang tersebut tak memiliki dua kepala seperti yang diduga oleh para ilmuwan sebelumnya.

Alih-alih, ia memiliki satu tengkorak dengan lubang mata tambahan dan tiga mata yang berfungsi normal,” jelas otoritas taman nasional Australia yang menemukan ular tersebut.

Mereka menduga kelainan pada kepala ular itu bermula dari masa perkembangan embrio. Kelainan itu diduga terjadi secara alamiah dan bukan karena faktor lingkungan.

Baca juga:   Diduga Jadi Tumbal Ritual Setan, Bocah 3 Tahun Tewas dengan Jarum 4 Inchi Dalam Jantung

Sumber/ Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.