Sikapi Anjloknya Harga Kopra, Bupati Gaghana Ajak Produksi MK Lokal

oleh -3 views
Jabes Gaghana.

TAHUNA-Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME, mengajak komponen masyarakat Sangihe khusunya petani kelapa, arif menyikapi pengelolaan hasil bumi berupa buah kelapa. Hal ini diungkapkan Gaghana dalam kaitannya menyikapi anjloknya harga komoditi kopra belakangan ini.

Ditemui sejumlah wartawan, Gaghana menyatakan untuk produksi kopra membutuhkan waktu dan biaya yang banyak. Namun hasilnya tidak sebanding dengan harga komoditi kopra yang daya beli di tingkat pedagang maupun pengusaha hingga saat ini rendah.

“Intinya dengan biaya yang begitu besar untuk produksi kopra tidak mampu ditutupi dengan hasilnya. Sehingga saya mengajak petani kelapa untuk arif menyikapi kondisi ini,” jelas Gaghana.

Dalam kesempatan ini saya mengajak petani kelapa untuk memilih alternatif pengelolaan kelapa dalam menghasilkan uang untuk kesejahteraan petani kelapa.

“Kenapa tidak, kelapa yang tadinya diolah untuk menjadi kopra kita alihkan saja pengolahannya menjadi komoditi lain seperti Minyak Kelapa (MK) lokal yang produksinya cepat serta murah meriah namun menghasilkan pendapatan yang begitu lumayan dibandingkan dengan harga kopra”, jelasnya kembali.

Baca juga:   Cuaca Ekstrim Landa Kepulauan, 9 Rumah Diterjang Abrasi dan Tertimpa Pohon

Disisi lain limbah dari produksi MK tadi juga bisa dijadikan pakan ternak.

“Dan limbah MK tadi bisa masyarakat pergunakan untuk pakan ternak seperti makanan ayam maupun babi,” ungkapnya kembali.

Untuk menopang produksi MK petani kelapa,  Gaghana juga meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) untuk memberikan pendampingan bagi petani kelapa dalam kaitannya produksi MK.

“Saya kira dari kualitas MK sangat higienis dan soal harga juga dapat bersaing dengan MK pabrikan. Untuk kualitas MK lokal yang lebih baik, saya meminta Dinas Perindag untuk memberikan pendampingan. Sehingga hasil bumi ini mampu diolah secara lokal dan memberikan income yang lebih baik kepada masyarakat khususnya petani kelapa,” tutup Gaghana.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.