Jokowi: Tak ada 01-02, Yang Ada 1 Tambah 2 Yaitu Sila Ke-3 Pancasila

oleh -10 views
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, – Istilah cebong dan kampret, begitu menggema pada masa kampanye Pemilu 2019, yang digelar bersamaan pemilihan presiden dan legislatif. Istilah tersebut, dilontarkan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

Setelah pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019, kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang kembali mencalonkan diri, berharap istilah cebong dan kampret sudah tidak ada lagi. Dia berharap, dua istilah tersebut sudah hilang dari kosakata politik Indonesia.

Ini yang namanya kehendak rakyat sudah ditentukan di 17 April kemarin, di hari pencoblosan, sudah. Setelah itu, sudah, enggak usah ada lagi istilah cebong, kampret, setop, enggak ada lagi,” tuturnya saat diwawancarai, Senin, 22 April 2019.

Dengan tuntasnya pemungutan suara, mantan gubernur DKI Jakarta ini, mengajak rakyat Indonesia untuk kembali bersama-sama berangkulan membangun Indonesia sebagai satu saudara sebangsa dan se-tanah air.

Baca juga:   Partai Pengusung Jokowi - KH.Ma'ruf Amin, Gelar Deklarasi Dan Konsolidasi. Ramdhani: Jokowi Tidak Memberi Janji, Tapi Bukti Meski Terzolimi

Jokowi kembali menegaskan, usai pemungutan suara tidak adalagi pengkubuan berdasarkan nomor urut pasangan calon (paslon) yakni 01 dan 02. Yang ada, menurut mantan wali kota Solo ini adalah perpaduan 01 dan 02 yang menghasilkan persatuan Indonesia.

Satu, dua, enggak ada. Yang ada satu tambah dua, berarti tiga. Yaitu, sila ketiga Pancasila persatuan Indonesia yang harus diutamakan,” kata Jokowi.

Sumber/ iNews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.