Dihuni Suku Pedalaman Paling Berbahaya, Inilah Fakta Pulau Sentinel yang Terletak di Ujung Barat Laut Indonesia

oleh -58 views
Suku pedalaman yang tinggal di pulau Sentinel.

– Tahukah kamu bila ada pulau yang letaknya dekat dengan Indonesia namun dihuni suku pedalaman paling berbahaya di dunia?

Wilayah ini bernama Pulau Sentinel, letaknya tepat di ujung barat laut Indonesia, tak jauh dari Pulau Sabang, Aceh.

Pulau Sentinel ini menjadi tempat tinggal dari suku pedalaman yang tak segan membunuh manusia yang mencoba memasuki teritorinya.

Lokasi tepatnya berada di Teluk Benggala, India, dan termasuk dalah gugusan Kepulauan Andaman yang merupakan wilayah India.

Letak Pulau Sentinel
Letak Pulau Sentinel

Adalah Pulau Sentinel Utara, pulau yang disebut paling sulit dikunjungi di dunia.

Selama 60.000 tahun lamanya, penduduk asli pulau itu tak berinteraksi dengan dunia luar, hidup dengan caranya sendiri.

Penduduk asli Pulau Andaman sendiri menghindari perairan Pulau Sentinel Utara, mereka tahu bahwa Suku Sentinel menolak keras kontak dengan manusia luar.

Tercatat, pada 2006 lalu orang-orang Sentinel telah membunuh dua orang yang kedapatan berada di wilayah mereka.

Baca juga:   Suami Meninggal 50 Tahun Lalu, Nenek 92 Tahun Hamil, Semua Terkejut saat Mengetahui Ayah dari Janin Tersebut

Dua orang ini adalah nelayan India, Raj dan Pandit Tiwari yang tergoda untuk mencari kepiting lumpur di pulau tersebut.

Meski mereka sebelumnya telah mendengar betapa ‘kerasnya’ orang-orang Sentinel, dan tahu jika hukum di India melarang untuk pergi ke sana, mereka tetap nekat pergi.

Malam itu, jangkar darurat mereka tidak berfungsi di perahu nelayan kecil mereka – mendorong mereka mendekat ke pantai terlarang itu.

Dalam sekejap, suku Sentinel menyerang dan menewaskan mereka.

Suku pedalaman yang tinggal di pulau Sentinel.
Suku pedalaman yang tinggal di pulau Sentinel.

Orang-orang Sentinel bahkan tak membiarkan petugas mengambil tubuh dua orang ini dan terus memanah helikopter yang mereka gunakan.

Akhirnya, suku Sentinel dibiarkan untuk hidup sendiri sekali lagi.

Selama 12 tahun terakhir, suku tersebut tetap tidak terjamah.

Hasilnya, tidak banyak informasi yang dapat diketahui dari suku ini.

Bahkan untuk menentukan berapa populasi mereka saja sulit, para ahli hanya mengira-ngira jumlah mereka mulai dari 15 hingga 500 orang.

Baca juga:   Nenek Tua Meninggal, Mayatnya Dilangkahi Kucing Hitam, Mendadak Bangun Lagi, Warga Desa Gempar Ketakutan

Seolah-olah, bumi tahu bahwa suku ini tidak ingin diganggu, kondisi alam di sana mendukung untuk itu.

Selain letaknya yang terpencil, pulau ini tidak memiliki pelabuhan alami, dikelilingi karang-karang yang tajam, dan hampir seluruh pulau tertutup hutan lebat.

Ini tentu membuat perjalanan ke pualu tersebut sulit, terlepas dari keberadaan suku Sentinel.

Para ahli juga tak yakin bagaimana suku ini bertahan hidup selama bertahun-tahun dalam keterasingan, terutama pasca bencana tsunami yang juga melanda Aceh tahun 2004 lalu.

Upaya kontak dengan suku Sentinel telah dilakukan pada tahun 1974, 1981, 1990, 2004, dan 2006, oleh National Geographic dan pemerintah India, juga pasukan angkatan laut India.

Tetapi, mereka disambut dengan tirai panah yang tak henti-hentinya dilesakkan orang-orang Sentinel.

Lalu, semenjak kematian upaya kontak setelah tewasnya dua orang nelayan India, hingga kini belum ada lagi upaya untuk mendekati mereka belum lagi dilakukan.

Baca juga:   Kepala Membesar Bak Balon Usai Mewarnai Rambut

Secara administrasi memang, Pulau Sentinel Utara adalah bagian dari Kepulauan Andaman, India.

Tetapi dalam praktiknya, pulau ini telah membentuk planetnya sendiri.

Sumber/ Grid.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.