Remaja Tewas Usai Otaknya Digerogoti Ratusan Cacing Pita, Diduga Ia Gemar Melahap Daging Babi Setengah Matang

oleh -17 views
Hasil pindai MRI otak pasien dengan ratusan cacing pita bersarang di otaknya.

INDIA, – Memang tak dapat dipungkiri, sebagian orang (yang tak dilarang baik secara agama atau medis) gemar menyantap daging babi.

Namun perlu diketahui jika mengolah daging babi menjadi makanan haruslah dengan cara yang benar dan tepat.

Karena salah pengolahan dapat berakibat fatal.

Mengutip Daily Mail, Sabtu (30/3/2019) belakangan ini viral seorang remaja berusia 18 tahun tewas.

Tewasnya remaja ini amat mengenaskan yakni lantaran diduga konsumsi daging babi setengah mati.

Remaja yang tak diketahui namanya ini awalnya mengalami kejang-kejang lantas pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit ESIC Medical College and Hospital, India.

Dr. Nishanth Dev dan Zaffar Abbas yang menanganinya mengatakan jika remaja itu tiba di UGD dengan kondisi mata sebelah kanan pasien bengkak.

Dokter segera melakukan pemeriksaan MRI dan mendapati ada masalah serius di tubuh pasien tepatnya dibagian otak.

Baca juga:   Sulawesi Utara 13 Positif Corona, Bertambah Manado 4 dan Bitung 1

Otak remaja itu mengalami apa yang namanya kondisi neurocysticercosis.

Kondisi neurocysticercosis yang terjadi pada pasien ini disebabkan adanya ratusan parasit cacing pita yang bersarang di organ otaknya.

Ratusan cacing pita itu menggerogoti dan menginfeksi otak pasien.

Hal ini menyebabkan bagian korteks serebral hingga bagian otak kecil pasien mati.

Wujud cacing pita
Wujud cacing pita

Banyaknya jumlah parasit dalam tubuh pasien dan lokasinya bersarang, dokter memutuskan untuk merawat pasien dengan pemberian obat anti-inflamasi, anti-epilepsi secara rutin.

Pemberian obat dengan anti-parasit tidak dilakukan karena akan berdampak pada pembengkakkan dan pendarahan dalam pada organ otak.

Dua minggu jalani perawatan secara intensif, para dokternya menyatakan bahwa nyawa pasien sudah tidak bisa ditolong.

Hal ini karena infeksi cacing pita ini ternyata tak bisa dihentikan.

Peristiwa mengenaskan yang dialami oleh remaja berusia 18 tahun ini pun jadi viral di media sosial.

Melansir laman berita Daily Mail, kisah kematian remaja berusia 18 tahun ini telah dibagikan sebanyak 71 ribu kali dengan ratusan komentar.

Baca juga:   Kemenkes Perpanjang Kampanye Imunisasi MR Hingga 31 Desember

Neurocysticercosis sendiri adalah kondisi medis yang sampai detik ini masih belum ditemukan obatnya.

Sumber/ Gridhot.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.