Workshop Perdana di Sulut, Pendekatan Criminal Profiling dan Otopsi Psikologi Tangani Kasus Pidana-Perdata

oleh -8 views
Pemaparan materi oleh Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia Dra Reni Kusumowardhani MPsi Psikolog.
MANADO-Psikologi forensik telah menjadi aspek penting dalam penanganan kasus tindak pidana maupun perdata. Baik itu proses penyelidikan maupun menguatkan proses penyidikan.
Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia Dra Reni Kusumowardhani MPsi Psikolog, di sela menjadi pemateri dalam Workshop Criminal Profiling dan Otopsi Psikologi di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (28/3/2019).
Founder Kusumowardhani Konsultan Psikologi dan Pusat Kajian Perilaku ini menjelaskan, topik Criminal Profiling merupakan metode yang dilakukan pada saat ada korban kejahatan tapi belum diketahui siapa yang patut disangkakan melakukan tindak pidana itu.
Sementara Otopsi Psikologi merupakan teknik analisis dari aspek psikologi untuk mencari tahu penyebab kematian korban. Apakah itu karena bunuh diri, penyakit karena kondisi sebelumnya maupun penyebab seperti adanya campur tangan pihak-pihak lain.
“Teknik ini dilakukan pada fase penyelidikan. Yaitu belum ada tersangka atau belum bisa diidentifikasi,” kata Reni yang juga menjadi ahli psikologi forensik pada kasus-kasus hukum menghebohkan di Indonesia.
Tapi dalam perkembangannya, metode dan teknik Criminal Profiling maupun Otopsi Psikologi, kini sudah banyak digunakan pada kasus yang sudah ada tersangka.
Namun bukti-buktinya masih kabur, atau tersangka tidak mengakui perbuatannya. “Metode-metode tersebut sangat membantu aparat kepolisian yang butuh tambahan data untuk membuat terang perkara,” tandasnya.
IMG_20190328_223823-540x540
Adanya workshop ini, sebut Reni, bakal membantu para profiler. Supaya lebih meningkat kompetensi dan kemampuan mengidentifikasi dengan kecermatan lebih tinggi. Termasuk menambah jam terbang dan kepekaan saat melakukan profiling tersebut.
Di sisi lain, Aiptu Jusak Buluran SH dari Polres Minahasa mengakui bahwa workshop ini sangat bermanfaat bagi aparat kepolisian dalam melakukan proses penyelidikan maupun penyidikan kasus.
Sementara itu, Hanna Monareh MPsi Psikolog mengatakan, Forum Belajar Psikologi Forensik kali ini terselenggara atas kerjasama Biro Psychological Practice Hanna & Consultant dengan Kusumowardhani Konsultan Psikologi dan Pusat Kajian Perilaku.
Workshop ini juga, kata Hanna, dimaksudkan untuk mengembangkan psikologi forensik di Sulawesi Utara.
Hanna Monareh MPsi Psikolog, Founder Biro Psychological Practice Hanna & Consultant.
Hanna Monareh MPsi Psikolog, Founder Biro Psychological Practice Hanna & Consultant.
“Sebab psikologi pendekatan forensik telah menjadi kebutuhan penting saat ini,” sebutnya.
Peserta pada gelaran workshop pertama itu, terang Hanna, diikuti psikolog, ilmuwan psikologi, praktisi hukum, dan pemerhati masalah hukum.
“Diharapkan ke depan akan semakin banyak praktisi hukum yang ikut serta, supaya kualitas penanganan kasus hukum semakin baik,” pungkasnya.
(harry)
Baca juga:   Aniaya Teman di Kayawu, RM Digiring ke Polres Tomohon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.