InWOCNA Sulut Gelar Pelatihan Dasar Perawatan Luka, Tiap Peserta Dapat 4 SKP

oleh -157 views
Ketua DPW InWOCNA Sulut Ns Faris Sindring SKep (paling kiri) membawakan sambutan pada pembukaan BCWCN Angkatan I Tahun 2019.
MANADO-Dewan Perwakilan Wilayah InWOCNA (Indonesian Wound Ostonomy Continence Nurse Association) Sulawesi Utara menggelar pelatihan Basic Certified Wound Care Nurses (BCWCN) angkatan pertama tahun 2019.
Ketua DPW InWOCNA Sulut Ns Faris Sindring SKep menjelaskan, pelatihan ini diikuti 38 peserta sejak Kamis-Minggu (21-24/3/2019) di Balai Pelatihan Teknis Pertanian Sulut di Kalasey.
“Tiap peserta mendapat 4 SKP atau satuan kredit profesi sesuai SK DPP PPNI,” sebut Faris.
Wakil Ketua DPW InWOCNA Sulut Ns Frengky Watung SKep ETN WOCN menambahkan, para narasumber berasal dari pengurus pusat InWOCNA yang merupakan praktisi di bidang perawatan luka. Dan tersertifikasi advanced dari Jepang.
Suasana pelatihan perawatan luka hari pertama di Balai Pelatihan Teknis Pertanian Sulut di Kalasey, Kamis (21/3/2019).
Suasana pelatihan perawatan luka hari pertama di Balai Pelatihan Teknis Pertanian Sulut di Kalasey, Kamis (21/3/2019).
Sementara itu, Wakil Sekretaris DPP InWOCNA Sukarni SKep Ns MKep ETN mengatakan, InWOCNA adalah organisasi legal dibawah PPNI.
InWOCNA berfungsi menghimpun perawat-perawat luka bidang stoma dan kontinen.
Salah satu program InWOCNA adalah memberikan pelatihan secara profesional dan sertifikat keahlian oleh PPNI, sehingga bisa membuka praktek mandiri.
“InWOCNA Pusat berharap, dengan semakin banyaknya perawat-perawat luka akan meningkatkan kualitas perawatan luka, dan mencegah atau meminimalisir berbagai jenis kasus luka,” ucap Sukarni.
(Dari kiri) Ns Suwandi Luneto SKep MKes, Saldy Yusuf PhD ETN, dan Ns Faris Sindring SKep.
(Dari kiri) Ns Suwandi Luneto SKep MKes, Saldy Yusuf PhD ETN, dan Ns Faris Sindring SKep.
Dia menambahkan, pelatihan basic certified wound care nurses ini juga bisa diikuti para mahasiswa keperawatan.
“Sertifikat pelatihan ini bisa disertakan sebagai sertifikat pendamping ijazah. Dan kompetensi pelatihan luka bisa menjadi modal bagi para mahasiswa yang ingin melamar pekerjaan pasca lulus nanti,” tandas Sukarni.
Hadir pada pelatihan BCWCN tersebut, Saldy Yusuf PhD ETN dari Bidang Kredensial DPP InWOCNA, Wakil Ketua Bidang Diklat DPW PPNI Sulut Ns Suwandi Luneto SKep MKes sekaligus Penasehat DPW InWOCNA Sulut, serta Sekretaris DPW PPNI Sulut Willy Kapoh SPsi MSi.
(harry)
Baca juga:   Dirut RSUP Kandou Rotasi Sejumlah Jabatan Tingkatkan Kinerja Unit Pelayanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.