Heboh, 4 Anak Hiu Ditemukan Pasca Banjir Bandang Jayapura

oleh -21 views
Ikan hiu yang sudah mati ditemukan warga Kompleks Kali Perumahan BTN Sosial.

JAYAPURA, – 4 anak Ikan Hiu dengan panjang 30 centimeter yang sudah mati ditemukan warga di kali Komplek Perumahan BTN Sosial Sentani. Penemuan ini sontak menjadi bahan perbincanagan. Warga juga bertanya kenapa ada populasi hiu ini ada Gunung Cyclops ini.

Saya rekam sekitar pukul 8.00 WIT daerah komplek Kali Perumahan BTN Sosial yang bermuara ke 751 Raider, selain saya ada juga yang merekam,“ujar Andi Raharto warga Kompleks BTN Sosial, Selasa (19/3/2019) pagi. Ia menegaskan air kali ini turun langsung dari Cycolop. Dikatakan, percaya atau tidak anak Ikan Hiu ini benar-benar ada dan kata warga sekitar dari Gung Cyclops. “Saya melihat dan memegangnya,”tegasnya.

30ade665d3342bede52a5d2065704852-320x569

Lebih dari 1.000 spesies ditemukan dalam penelitian di Papua dan Papua Nugini selama tahun 1998-2008. Satu yang paling mencengangkan adalah penemuan hiu air tawar yang diberi nama ilmiah Glyphis garricki.

Baca juga:   BKKBN Logo Baru Gaet Generasi Baru

Jenis baru ikan hiu tersebut ditemukan pada tahun 2008 oleh pakar ikan asal Selandia Baru, Jack Garrick. Saat itu, Garrick menemukan 2 individu yang baru lahir di wilayah Port Romilly, Gulf District, Papua Nugini. Laporan WWF yang dipublikasikan tahun ini menyebutkan, hiu air tawar banyak ditemukan di sungai-sungai besar Asia seperti Gangga.

Glyphis garricki ialah satu dari 6 spesies dalam genus Glyphis yang dideskripsikan. Sejak saat penemuannya hingga kini, hanya 16 individu hiu air tawar yang ditemukan di rentang wilayah Papua hingga Australia.

Spesimen terbesar dinamakan Northern River Shark, berukuran panjang 2,5 meter. Sedikitnya individu yang ditemukan membuat Glyphis garricki tergolong langka. International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan ikan ini dalam kategori “Terancam” di Daftar Merahnya.

Ikan hiu air tawar hanyalah satu dari 71 spesies ikan yang ditemukan di Papua dan Papua Nugini dalam jangka waktu yang disebutkan di atas. Jenis ikan Chrysiptera cymatilis juga ditemukan di Pantai Milne, Papua Nugini. Jenis ikan yang istimewa lainnya ialah Cirrhilabrus cenderawasih, ditemukan di wilayah kepala burung Papua. Jenis ikan ini memiliki corak warna begitu indah sehingga pejantannya memanfaatkannya untuk menarik betina ketika hendak kawin.

Baca juga:   Cinta Segitiga, Seorang Pria Dibunuh Saat Berhubungan Badan Dengan Istri, Otak Pembunuhan Istrinya Sendiri

Sama halnya dengan satwa lain, banyak ikan di Papua dan Papua Nugini terancam oleh aktivitas perusakan habitat. Penangkapan ikan yang tak ramah lingkungan juga merupakan salah satu ancaman.

Sumber/ wartaplus.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.