Fakta Seputar Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines, Katanya Banyak Kemiripan Sama Lion Air

oleh -4 views
Puing-puing pesawat Ethiopian Airlines yang alami kecelakaan dan menewaskan 165 penumpang beserta kru.

Kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines

Internasional, – Masih terngiang di ingatan kita bagaimana dalamnya duka masyarakat Indonesia saat pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, dikabarkan jatuh di perairan Karawang bulan November tahun lalu. Keseluruhan penumpang dan awak kapal yang berjumlah 189 orang dilaporkan meninggal dunia.

Serpihan pesawat Ethiopian Airlines ET 302.
Serpihan pesawat Ethiopian Airlines ET 302.

Hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan, kecelakaan pesawat yang tak menyisakan korban selamat kembali terjadi di Ethiopia. Kejadian ini menjadi sorotan di Indonesia karena ternyata kecelakaan ini punya beberapa kemiripan dengan peristiwa serupa yang menimpa maskapai Lion Air kemarin. Menurut kabar, salah satu korbannya juga ternyata Warga Negara Indonesia (WNI)

Pesawat Ethiopian Airlines yang membawa 157 penumpang, jatuh di Addis Ababa hanya beberapa menit setelah lepas landas. Seluruh penumpang dan awak kapal kabarnya meninggal dunia.

Pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302 dilaporkan jatuh selang 6 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Bole, di Addis Ababa, Ethiopia, untuk menuju Nairobi, Kenya. Pesawat yang jatuh pada Minggu, 10 Maret waktu setempat itu membawa 149 penumpang beserta 8 awak kapal yang kesemuanya tidak ada yang selamat. Sebelum terjatuh, pilot sempat meminta untuk kembali ke Addis Ababa karena ada masalah teknis, seperti dilaporkan CNN. Namun nahas, belum sempat kembali, pesawat itu sudah terjatuh di sekitar Kota Bishoftu.

Baca juga:   Dituntut Penjara Puluhan Tahun, Raja Narkoba Meksiko 'El Chapo' Tamat
Rute perjalanan beserta lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines.
Rute perjalanan beserta lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines.

Sebanyak 149 penumpang yang jadi korban, ternyata berasal dari 35 negara yang berbeda. Salah satunya adalah WNI bernama Harina Hafitz.

Harina Hafitz, WNI yang turut jadi korban.
Harina Hafitz, WNI yang turut jadi korban.

Selain memang termasuk kecelakaan pesawat yang cukup tragis, peristiwa jatuhnya Ethiopian Airlines ini begitu banyak jadi sorotan di Indonesia karena memang salah satu korbannya adalah seorang WNI. Adalah Harina Hafitz, WNI yang bekerja di lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Work Food Programme (WFP) di Roma, Italia. Kabar ini disampaikan langsung oleh Executive Director WFP, David Beasley, seperti dikutip dari CNBC, dan diperkuat dengan keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Italia.

Kecelakaan Ethiopian Airlines ini turut jadi sorotan dunia karena kabarnya banyak memiliki kemiripan dengan peristiwa jatuhnya Lion Air JT 610 kemarin.

Pesawatnya sama kayak Lion Air JT 610.
Pesawatnya sama kayak Lion Air JT 610.

Seperti diungkapkan CEO Ethiopian Airlines, Tewolde GebreMariam ternyata pesawat Ethiopian Airlines ini berjenis Boeing 737 Max 8 yang notabene sama dengan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Karawang November lalu. Keduanya juga sama-sama mengalami kendala teknis dan disampaikan langsung oleh pilotnya sebelum akhirnya jatuh. Padahal saat melalui proses pengecekan wajib sebelum terbang, keduanya dilaporkan tidak memiliki masalah. Durasi waktu antara lepas landas sampai jatuh juga tidak jauh berbeda, kalau Ethiopian Airlines 6 menit, Lion Air sekitar 11 menit setelah take off.

Baca juga:   Serangan Bom Bunuh Diri ISIS Tewaskan 15 Orang di Utara Suriah

Keluarga korban Lion Air kemarin juga ada yang sempat menuntut perusahaan The Boeing Company karena dinilai lalai membuat pesawat yang tidak layak dan berbahaya. Mereka menuntut perusahaan yang bermarkas di California, AS itu untuk memberi nilai santunan minimal 800 ribu dolar per orang.

Atas kekhawatiran akan terjadi kecelakaan serupa, pemerintah Cina sampai melarang pesawat dengan jenis yang sama untuk terbang, setelah kecelakaan Ethiopian Airlines, sebanyak 97 pesawat Boeing 737 Max 8 di Cina “masuk kandang” sementara dengan alasan keamanan. Otoritas Cina mengatakan akan menghubungi Boeing dan US Federal Aviation Administration guna mengonfirmasi status “Flight Safety” atau “Keamanan Penerbangan” sebelum mengizinkan pesawat-pesawat itu kembali beroperasi.

Sumber/ hipwee.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.