Pemuda Ini Bonceng Jenazah Kekasihnya Naik Motor.

oleh -200 Dilihat
Tersangka Sandra Saputra (28), yang membonceng jenazah pacarnya.

DAERAH– Kisah seseorang yang mengantar jenazah menggunakan sepeda motor kembali menghebohkan.

Namun, tak seperti dengan kisah-kisah yang viral sebelumnya, yang di mana membonceng jenazah menggunakan sepeda motor karena tak memiliki biaya untuk menyewa ambulans, pemuda ini justru memiliki niatan buruk.

Ya, dia sengaja mengangkut jenazah pacarnya, Anisa (23) dari Yogya ke Magelang karena ingin menghilang jejak atas aksi pembunuhannya.

Si tersangka pembunuh, Sandra Saputra, 28 tahun yang berprofesi sebagai driver ojek online ini membunuh kekasihnya karena cemburu.

Saya kenal di Tik Tok, waktu 2 tahun lalu. Saya kecewa karena merasa dibohongi, bilang kalau jomblo, ternyata dia (korban) punya pacar,” ujarnya.

Tersangka Sandra Saputra (28), yang di amankan petugas kepolisian.
Tersangka Sandra Saputra (28), yang di amankan petugas kepolisian.

Akibatnya, pelaku pun gelap mata dan membunuh korban dengan cara dicekik selama sekitar 3 menit.

Ia berupaya menghilangkan jejak perbuatannya dengan membuang mayat ke lokasi yang jauh dari rumah kost ia tempati di daerah Gowok, Caturtunggal, Yogyakarta.

Saya bawa dari Yogya ke sini (Magelang). Seketika itu, saya bawa ke Magelang karena lokasinya sepi. Korban saya letakkan di depan, saya masukkan selimut,” terangnya seraya menyebutkan waktu membawa korban, yakni pukul 03.00 WIB.

Sesampainya di Magelang, pelaku kemudian membuang jenazah kekasihnya di saluran irigasi di Dusun Batu, Desa Ngabean, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Tiga hari setelahnya, warga sekitar menemukan jenazah mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta tersebut.

Penemuan ini sontak dilaporkan warga ke pihak berwajib. Setelah melakukan olah TKP dan autopsi, polisi akhirnya mengantongi identitas jenazah dan berhasil menangkap pelaku.

Setelah mengetahui identitas korban, kami lakukan penyelidikan, dan hasilnya mengerucut pada tersangka Sandra sebagai pelaku pembunuhan.Tersangka adalah orang terakhir yang bersama korban sebelum meninggal,” terang Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, dalam gelar perkara di Mapolres Magelang.

Pelaku, lanjutnya, ditangkap di kawasan Alun-alun Yogyakarta pada Senin (25/2/2019) malam.

Yudi menambahkan, selain karena cemburu, tersangka nekat membunuh korban juga karena ingin menguasai harta korban.

Tersangka telah menjual laptop korban seharga Rp 1,7 juta.
Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber/ Palingseru.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.