TNI Tambah 60 Jabatan Baru, 21 Korem Bakal Naik Tipe A

oleh -147 Dilihat
Presiden Jokowi bersama Menko Polhukam Wiranto (paling kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (paling kanan), dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri), di sela Rapim TNI-Polri 2019 di Istana Negara, Jakarta, 29 Januari 2019 lalu.
JAKARTA-Para perwira tinggi (Pati) TNI yang nonjob, segera diakomidir pada sejumlah jabatan baru.
Hal tersebut setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan soal restrukturisasi di tubuh TNI.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, restrukturisasi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62/2016 tentang Susunan Organisasi TNI.
Dalam Perpres ini sudah disebutkan jabatan-jabatan seperti Komandan Korem. Di mana Korem tipe B akan dinaikkan menjadi Korem tipe A.
“Itu sebanyak 21 komandan korem. Sehingga otomatis mereka akan dinaikkan menjadi bintang satu dan akhirnya dibawahnya akan ada jabatan kolonel yang harus dari letnan kolonel menjadi kolonel,” kata Tjahjanto.
Yang kedua, ada perubahan kepangkatan untuk Asisten Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Karena saat ini masih kolonel, sementara Panglimanya sudah bintang tiga. Itu akan dinaikkan menjadi bintang satu, sementara Inspektorat Kostrad akan dinaikkan menjadi bintang dua.
Kemudian, ada organisasi baru di dalam TNI. Yaitu Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang berada di bawah koordinasi langsung Panglima TNI. Bertugas menjaga pangkalan terintegrasi seperti Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak.
“Kogabwilhan dipimpin bintang tiga. Dan wakilnya bintang dua. Lalu asisten ada enam, bintang satu. Otomatis menarik kolonel juga di bawah. Itu baru TNI AD (Angkatan Darat),” ungkapnya.
Di TNI AL juga ada peningkatan kelas. Seperti misalnya di Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) dan bagian material dan sebagainya yang kurang lebih ada 8. Sehingga total bisa menarik kolonel itu dari 60 ruang kurang lebih sampai 160 kolonel nanti akan ditarik ke jabatan baru.
Panglima TNI menegaskan, restrukturisasi TNI akan tetap menjaga piramida struktural.
Termasuk terhadap kemungkinan penambahan jabatan fungsional, tetap akan mempertahankan piramida itu.
“Contohnya adalah perwira tinggi ahli bidang hubungan internasional, hankam, sosial, itu akan kita bisa tambah juga di situ,” tandas Panglima.
(*/redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.