Bos Laundry Ditemukan Tewas Membusuk di Tong Sampah

oleh -137 Dilihat
Ilustrasi foto.

SURABAYA – Warga Romokalisari, Benowo, Surabaya menemukan mayat perempuan di dalam tong sampah pada pukul 06.30 Kamis kemarin.

Kondisi perempuan yang belakangan diidentifikasi sebagai Ester Lilik Wahyuni dengan alamat Royal Residence, Surabaya, tersebut sangat mengenaskan.

Yang menemukan adalah seorang pemulung. Mayat berada di semak-semak. Tepatnya, di sebelah fondasi jalan. Warga sekitar pun geger.

”Saya melihat orang berlarian bilang ada mayat,” kata Irvan Efendi, satpam PT Harindra.

Tempat kerja Irvan memang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Jaraknya hanya sekitar 200 meter.

Dia menuturkan, meski sudah membusuk, tubuh perempuan malang itu ditengarai baru dibuang di tempat tersebut.

Sebab, masih ada jejak ban mobil sekitar 3 meter dari tempat penemuan. ”Jika sudah lama, tentu jejak ban sudah hilang kena hujan dan angin,” katanya.

Sementara itu, Kasatgas Linmas Romokalisari Romli mengatakan, di lokasi penemuan tersebut sebelumnya tidak ada laporan yang mencurigakan.

Rabu siang (16/1) petugas DKRTH masih membersihkan rumput di tempat tersebut ”Kemarin nggak ada laporan bau busuk di sini,” ujarnya.

Saat ditemukan, mayat perempuan itu berada di dalam tong sampah berwarna hijau dengan diameter sekitar 1 meter dan tinggi setengah meter. Tubuhnya tertelungkup. Separo badannya berada di luar tong.

Posisi tangannya terikat di belakang, begitu pun kakinya. Sementara itu, seprai yang membungkus mayat itu diikat dengan kawat.

Kondisi tubuh dan wajah korban tidak bisa diketahui dengan jelas. Sebab, jasadnya dibungkus seprai putih bertulisan nama sebuah hotel.

Indikasi perempuan malang tersebut dibunuh semakin kuat karena ada darah segar yang menempel di seprai putih tempat mayat itu dibungkus.

Tidak lama kemudian, polisi datang dan langsung melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr Soetomo.

”Ada sejumlah luka di tubuhnya,” kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soetomo dr Abdul Aziz SpF.

”Tapi, kami belum bisa memastikan apakah luka tersebut karena benda lain atau serangga,” paparnya.

Menurut Aziz, pihaknya cukup sulit melakukan analisis karena kondisi jenazah sudah membusuk.

”Diperkirakan waktu kematian dua hari sebelumnya (Selasa, 15/1, Red). Perlu pembedahan forensik lebih lanjut,” terangnya. ”Secepatnya kami lakukan untuk menentukan penyebab kematian korban,” tambahnya.

Di bagian lain, polisi sudah cukup jauh melakukan penyelidikan. Mereka berhasil mengidentifikasi bahwa korban bernama Ester Lilik Wahyuni.

Dia adalah bos dua usaha laundry bernama sama, Golden Laundry, di Sememi Indah dan Jalan Simpang Darmo Permai Selatan.

Dua usaha laundry itu cukup besar karena menjadi rekanan sejumlah hotel untuk urusan mencuci selimut dan seprai.

Diduga, seprai yang digunakan untuk membungkus korban merupakan salah satu cucian di laundry-nya.

”Kami belum bisa memberikan komentar apa-apa. Memang sudah ada gambaran, tapi belum bisa kami sebutkan,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. ”Doakan saja semoga cepat terungkap,” tambahnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah orang. Di antaranya, Johanes Boediharjo, suami korban. Pria 61 tahun tersebut diperiksa selama beberapa jam untuk didengar kesaksiannya.

Belum banyak yang didapat polisi. Pihak keluarga mengatakan kali terakhir bertemu dengan Ester pada Senin (14/1).

Ketika itu, Johanes mengaku keluar rumah sekitar pukul 11.00. ”Saya tidak tahu setelahnya. Tapi, menurut yang lain, istri saya pergi sendiri naik mobil,” kata Johanes yang ditirukan seorang penyidik.

Menurut sumber di kepolisian, pihaknya kini mendalami keterangan sejumlah orang dekat korban. Sebab, dalam kasus pembunuhan, 90 persen korban selalu mengenal pelakunya.

”Ada sejumlah nama yang kami curigai. Tapi, tampaknya ada satu yang kabur. Ini yang kami kejar,” pungkasnya.

Sumber: jpnn.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.