Satgas TNI di Republik Afrika Tengah Amankan Senjata Rakitan dan Granat

oleh
Sejumlah senjata rakitan milik warga Republik Afrika Tengah diamankan Tim Jihandak Satgas TNI. (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA — Ratusan senjata rakitan berhasil diamankan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Satgas TNI Kompi Zeni (Kizi) Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-E Multidimentional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA CAR).

Dijelaskan Komandan Satgas TNI Kizi Konga XXXVII-E MINUSCA CAR, Mayor Czi Setiawan Nur Prakoso, selain 106 senjata rakitan, tim yang dipimpin Letda Czi Andika Fari P STHan tersebut berhasil mengumpulkan 3 buah granat tangan kondisi masih terkunci dan 25 butir amunisi campuran yang masih aktif.

Anggota Satgas memeriksa sejumlah benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.(Foto: Puspen TNI)
Anggota Satgas memeriksa sejumlah benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.(Foto: Puspen TNI)

Bahan-bahan tersebut, kata Setiawan, diperoleh dari warga setempat dan polisi lokal (Gendarmarie), serta kumpulan dari satuan-satuan PBB yg berlokasi di daerah Bouar, Republik Afrika Tengah.

Ini merupakan hasil operasi pada pelaksanaan Disarmament, Demobilization and Reintegration (DDR) di Bouar Sektor Barat, Republik Afrika Tengah. Berlangsung selama lima hari mulai 19-24 November 2018.

Bouar Sektor Barat ini merupakan wilayah yang terletak kurang lebih 450 KM sebelah barat Bangui, Republik Afrika Tengah.

Baca juga:   Mayjen TNI Madsuni Resmi Pangdam XIII/Merdeka, Ini Pesan Kasad

Ditambahkan Setiawan, langkah-langkah yang diambil oleh tim Jihandak dalam proses DDR antara lain melaksanakan proses identifikasi dan klasifikasi sesuai prosedur, melaksanakan proses pencatatan dan dokumentasi, serta melakukan penyimpanan (storage) di gudang yang aman sambil menunggu proses penghancuran atau disposal.

Tim Jihandak Satgas TNI Kizi Konga XXXVII-E MINUSCA CAR dalam melaksanakan tugasnya ke lokasi DDR, didukung sebuah helikopter UN dari Bangui menuju Bouar Sektor Barat. Begitupun kembalinya ke Markas Satgas di Bangui wilayah Republik Afrika Tengah.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *