Tidak Ada Pemulangan Paksa Pasien JKN-KIS oleh RSUP Kandou, Begini Kronologis Medisnya

oleh -123 Dilihat
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kandou, dr Celestinus Munthe SpKJ MKes, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Jumat (16/11/2018).

MANADO — Direksi RSUP Kandou menyatakan tidak ada pemulangan paksa pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kelolaan BPJS Kesehatan.

Direktur Medik dan Keperawatan dr Celestinus Munthe SpKJ MKes mengutarakan, hasil pemeriksaan manajemen berdasarkan catatan rekam medis pasien perempuan berinisial SY (67), pemegang Kartu Indonesia Sehat, telah sesuai indikasi medis.

Dari kronologis medis, pasien SY masuk ke RSUP Kandou melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 7 November 2018 pukul 20.47 Wita. Saat anamnesa, mengeluhkan sakit pada panggul kanan sejak 2 bulan yang lalu karena terjatuh di kamar mandi.

Sebelum dibawa ke RSUP Kandou, pasien sudah beberapa kali keluar masuk di RS lain. Dan oleh RS Kalooran Amurang dirujuk ke pada 7 November 2018 ke IGD RSUP Kandou.

Dengan diagnosa fraktur patologis pada ramus superior pedis dekstra (patah pada bagian panggul sebelah kanan).

Berdasarkan diagnosa tersebut, lanjut Munthe, pasien kemudian dirawat oleh dokter ortopedi (spesialis tulang) sebagai dokter penanggung jawab pasien.

Dalam masa perawatan untuk penanganan patah tulang tersebut, ditemukan adanya gangguan pernapasan.

Maka pasien dikonsultasikan ke Bagian Penyakit Dalam. Dengan diagnosa oleh dokter ortopedi adalah Suspect Tuberkulosis (TB) Paru. Di masa perawatan, dilakukan pemeriksaan TB Paru ternyata hasilnya negatif.

Selanjutnya, hasil pertimbangan klinis dokter ortopedi yang melakukan perawatan, pasien dinyatakan sudah layak dipulangkan setelah 6 hari masa perawatan.

Pada 13 November 2018 pasien dipulangkan dan disarankan melanjutkan rawat jalan di Poliklinik Bedah.

Dari hasil tersebut, Munthe menekankan, dalam kasus ini perlu dipahami bahwa tidak ada pemulangan paksa. “Di rumah sakit, keputusan klinis oleh dokter yang berkompeten bagi setiap pasien, tentunya tidak akan diintervensin oleh manajemen,” sebutnya.

Meski begitu, Munthe menambahkan, sebagai instansi layanan publik, RSUP Kandou juga sangat rentan mendapat keluhan.

“Apapun keluhan yang ada, sampaikan pada manajemen supaya tidak terjadi miss komunikasi. Karena kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas, nyaman, dan berstandar internasional,” imbuhnya.

Munthe juga meyakinkan bahwa RSUP Kandou sebagai instansi milik pemerintah, sangat mendukung program JKN-KIS. Baik itu kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI), pekerja penerima upah, maupun non PBI atau mandiri.

Terbukti dengan jumlah pasien yang berobat di RSUP Kandou sebanyak 95% dari total kunjungan pelanggan di RS ini.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.