Kampung KB Ammat Selatan Disambut Antusias Pemda dan Masyarakat Talaud

oleh
Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip (kiri) dan Kabid KB/KR BKKBN Sulut Ir Tino Tandaju MErg (batik biru) saat pencanangan Kampung KB, Selasa (13/11/2018).

TALAUD — Pencanangan Kampung KB di Desa Ammat Selatan, Kecamatan Tampa’mana disambut antusias pemerintah dan masyarakat setempat.

Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip mengatakan, pihaknya bersyukur atas bertubi-tubinya perhatian pemerintah pusat bagi Kabupaten Kepulauan Talaud.

Termasuk pencanangan Kampung KB oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

“Bahkan pada tahun 2019, setiap Kampung KB direncanakan mendapat bantuan dana sebesar Rp 50 juta,” ucap Manalip.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulut melalui Kabid KB/KR Ir Tino D Tandaju MErg mengatakan, memang sejak Kampung KB ini dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada Januari 2016, Kampung KB ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Mulai dari kalangan bawah, menengah sampai kepada masyarakat kalangan elit.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi. Akan tetapi merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lain.

Baca juga:   Pasca Penutupan Rute Wings Air, Gaghana dan Anggota DPRD Jajaki PT Garuda

Sehingga terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara.

Melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lain, diharapkan akan terwujud keluarga kecil berkualitas.

Lanjut Tandaju, secara khusus Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta, dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

Sasaran kegiatan yang merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga, yaitu pasangan usia subur (PUS), lansia, dan remaja. Juga keluarga yang memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia.

“Jadi Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program KKBPK, guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat. Sebagai upaya pemerintah mengaktualisasikan dan mengaplikasikan 8 fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat,” tandas Tandaju.

Baca juga:   Agustus 2019 Disdukcapil Targetkan Luncurkan KK Elektronik

Dalam lawatannya ke Kabupaten Kepulauan Talaud tersebut, diketahui BKKBN Sulut juga memberikan pelayanan KB di sela pencanangan kali ini. Dan telah terlayani sebanyak 83 akseptor.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *