Cegah Penyakit, Ini Batasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Sehari

oleh
Kasie Alkes dan Pangan Dinkes Sulut Loura Mengko SSi MSi (tengah) membawakan materi di kegiatan Monev Pengawasan Bahan Berbahaya oleh Balai Besar POM di Manado, di Hotel Aryaduta, Rabu (14/11/2018).

MANADO-Mengonsumsi pangan sehat dan bergizi, tentunya harus disertai informasi nilai gizi yang lengkap.

Disebutkan Kepala Seksi Alat Kesehatan dan Pangan Dinkes Sulut, Loura Mengko SSi MSi, pemerintah saat ini sedang menyiapkan batasan konsumsi gizi harian untuk melengkapi informasi nilai gizi di setiap produk pangan.

Ini dimaksudkan agar setiap orang dapat mengontrol asupan makanan yang layak dikonsumsi, supaya tubuh tetap sehat. Terhindar dari penyakit diabetes, kolesterol, hipertensi, bahkan obesitas (kegemukan).

(foto: istimewa)
(foto: istimewa)

Lanjut Mengko, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak per orang per hari.

Untuk takaran gula maksimal yaitu 50 gram/hari atau setara 4 sendok makan. Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia.

Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi.

Baca juga:   Kepala BBPOM Manado: Stop Pakai Boraks! Stok STPP Cukup di Sulut

Kemudian, konsumsi garam maksimal 5 gram/hari atau setara 1 sendok teh. Garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke.

Sedangkan takaran lemak hanya 67 gram/hari atau setara 5 sendok makan. Lemak diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Hanya saja, lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker.

Lemak dapat berbentuk padat dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng.

“Mudah-mudahan, adanya informasi batasan konsumsi gizi di setiap produk pangan, dapat memaksimalkan program pembangunan bidang kesehatan dan gizi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *