BBPOM Manado Akui Penggunaan Bahan Berbahaya Berkurang Signifikan

oleh
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang MSi (depan ketiga kiri) dan Kepala BBPOM Manado Dra Sandra MP Linthin Apt MKes (depan kedua kiri) menyatakan komitmen bersama seluruh peserta monitoring dan evaluasi pengawasan bahan berbahaya.

MANADO-Penggunaan bahan berbahaya terhadap produk pangan di Sulawesi Utara telah mengalami penurunan signifikan.

Khusus pemakaian bahan berbahaya boraks pada bahan mie basah, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado menyatakan tinggal 4% oleh produsen jelang akhir tahun 2018, dari sebelumnya berada di angka 90%.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang MSi memberikan apresiasi terhadap penurunan penggunaan bahan berbahaya dalam pangan segar, olahan, maupun siap saji tersebut.

“Karena sudah sesuai dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Sulut tahun 2015-2019 di bidang kesehatan dan gizi masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Bahan Berbahaya oleh BBPOM Manado, di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (14/11/2018).

Diharapkannya, upaya memaksimalkan pengawasan obat dan makanan di semua tingkatan dapat mengacu pada strategi yang sudah disiapkan.

Di antaranya, penguatan sistem pengawasan obat dan makanan berbasis risiko, peningkatan SDM pengawas, serta penguatan kemitraan pengawasan dengan pemangku kepentingan.

Baca juga:   Apa Akibatnya Jika Menelan Dahak?

Adapula peningkatan kemandirian pengawasan obat dan makanan berbasis risiko oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Juga peningkatan kapasitas dan inovasi pelaku usaha dalam rangka mendorong peningkatan daya saing produk obat dan makanan, serta penguatan kapasitas dan kapabilitas pengujian obat dan makanan.

“Komitmen dan sinergitas semua komponen pemerintah dan masyarakat pasti akan terwujud produk pangan aman dikonsumsi, sehingga menjamin kesehatan dan meningkatkan kecerdasan masyarakat,” pungkas Humiang.

Kepala BBPOM di Manado Dra Sandra MP Linthin Apt MKes menuturkan pihaknya siap menopang pemerintah daerah dalam memberikan layanan pengawasan obat dan makanan, sebagai bentuk peningkatan produk yang berdaya saing.

Tentunya yang memenuhi standar keamanan dan mutu dari segi kesehatan, serta halal supaya dapat dikonsumsi semua masyarakat.

Menjalankan peran di bidang pengujian, pemeriksaan, penindakan, informasi dan komunikasi, kata Sandra, BBPOM di Manado juga ingin memberdayakan konsumen supaya menjadi konsumen cerdas guna membentengi diri dari bahan berbahaya dalam obat dan makanan.

Baca juga:   Antara Natal dan Tahun Baru, ASN-THL Pemprov Sulut Diliburkan

Sementara itu, Kabag Tata Usaha BBPOM Manado Agung Kurniawan ST menerangkan, monitoring dan evaluasi pengawasan bahan berbahaya kali ini menghadirkan sejumlah narasumber.

Di antaranya, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sulut yang diwakili Sekretaris Umum MUI Sulut Nasruddin Yusuf, dan Kepala Seksi Alkes dan Pangan Dinas Kesehatan Sulut Loura Mengko SSi MSi.

Para peserta terdiri dari para pelaku usaha, Dinkes dan Disperindag kabupaten/kota, DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *