Pantau Pekerjaan di Pangolombian, Irjenad Kisahkan Awal Mula TMMD

oleh -112 Dilihat
Irjenad Mayjen TNI Johny L Tobing (depan kiri) melihat progress pembangunan sasaran fisik di lokasi TMMD 103. Irjenad mendengar strategi pelaksanaan pekerjaan oleh Dansatgas Letkol Inf Juberth Nixon Purnama STh (depan kanan) yang juga Dandim 1302/Minahasa.

TOMOHON — Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjenad) Mayor Jenderal TNI Johny Lumban Tobing meninjau lokasi pelaksanaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) edisi 103 di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Senin (5/11/2018) pukul 09.50 Wita.

Kunjungan jenderal bintang dua yang pernah menjabat Danrem 131/Santiago ini, mendapat sambutan meriah masyarakat setempat dengan menampilkan Tarian Kabasaran dan lantunan musik bambu.

Pada kesempatan tersebut, Irjenad melaksanakan tatap muka bersama masyarakat Pangolombian, tokoh adat, tokoh agama, para tokoh pemuda, serta Pemkot Tomohon.

Mayjen Tobing mengatakan, kedatangannya ini adalah perintah Kasad Jenderal TNI Mulyono selaku penanggung jawab TMMD. Dan melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan TMMD di lapangan untuk mendapatkan saran dan masukan, sebagai bahan evaluasi untuk TMMD yang akan datang.

Dijelaskannya, TMMD telah berjalan selama 38 tahun. Diawali pada tahun 1980 ketika Jenderal M Yusuf pertama kali menggagas kegiatan ini.

Waktu itu masih bernama ABRI Masuk Desa (AMD). Program AMD terfokus pada pembangunan masyarakat di pedesaan.

Desa dipilih sebagai objek pembangunan karena desa memiliki peran yang penting dalam pembangunan nasional. Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di desa, sehingga desa merupakan pertahanan terakhir dalam pertahanan Negara.

Kini, TMMD sebagai bakti TNI dilaksanakan secara terpadu dan libtas sektoral. Artinya, bersama kementerian/lembaga, Pemda dan masyarakat sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan di daerah.

Program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Menggunakan proses bottom up planning system yang dilaksanakan secara komprehensif dan integral.

Karena melibatkan semua unsur-unsur yang terkait dimulai dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan kabupaten/kota.

Sebab itu, Mayjen Tobing mengajak untuk bersama-sama bergotong royong, saling membantu untuk menyukseskan pelaksanaan TMMD ke-103. Agar hasil pelaksanaan TMMD dapat dimanfaatkan dan dinikmati masyarakat dalam jangka panjang, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemanunggalan TNI-Rakyat.

Usai tatap muka, Mayjen Tobing menuju lokasi pembangunan Kantor Tiga Pilar, pembuatan plat duicker, serta lokasi pembangunan jamban. Usai melihat pembangunan jalan, Mayjen Tobing memimpin pelaksanaan penanaman pohon.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri, Kasrem Kolonel Inf Drs Theo Kawatu, Kasiren Kolonel Czi M Andhy Kusuma SSos MM, para Staf Ahli, Asisten dan Kabalak Kodam XII/Merdeka, para Kasi dan Kabalak Korem 131/Santiago, dan Letkol Inf Rian selaku Anggota Tim Itjenad.

Dari unsur Forkopimda Tomohon di antaranya, Wali Kota Jimmy Eman SE Ak, Wawali Syerly Adelyn Sompotan, Ketua DPRD Ir Miky Wenur, Kajari Edi Winarko SH MH, Kapolres AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK, Ketua Pengadilan Negeri ST Iko Sudjatmiko SH, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Juberth Nixon Purnama STh, dan Sekkot Harold Lolowang MSi.

Ada juga Camat Tondano Selatan Syeske Wongkar SPd, Lurah Pangolombian Youce Sarese, pimpinan dan perwakilan SKPD Kota Tomohon.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.