Waworuntu: RM dan Resto Harus Miliki Grease Trap

oleh
Yohanis Waworuntu.

MANADO– Masih banyak pengusaha kuliner di Kota Manado yang masih tak paham dengan cara pengelolaan limbah cair dari tempat usahanya. Hasil limbah cair dari produk jasa boga mereka, tanpa diolah/disaring langsung dibuang keluar ke saluran kota (got). Gemuk/minyak (grease)  atau zat padat lainnya langsung ikut serta masuk ke saluran kota tanpa melalui proses penyaringan. Hal ini akan menyebabkan bau busuk dan pada akhirnya menyebabkan pendangkalan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Yohanis B Waworuntu SE MSi mengatakan, setiap pelaku usaha kuliner haruslah mengelola limbah cair mereka sebelum dibuang ke saluran kota, karena hal tersebut merupakan salah satu persyaratan saat akan membuka usaha jasa kuliner, seperti RM atau Restoran.

“Setiap tempat usaha kuliner harus menyediakan Grease Trap (penjaring lemak) untuk limbah cairnya. Jadi, hasil limbah cair dari tempat usaha kuliner harus melalui proses pengelolaan air limbah sebelum masuk ke saluran kota,” pinta Waworuntu.

Untuk itu lanjutnya, saya mengimbau bagi pelaku usaha kuliner untuk memperhatikan pengelolaan limbah cair tempat usahanya dengan menyediakan alat penyaring lemak/minyak (Grease trap), agar tak terjadi pencemaran.

Baca juga:   Presiden Jokowi Tinjau Rencana Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado

(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *