Kunker Di Sangihe Kajati Sulut Warnning OPD Terkait Tipikor

oleh
Tatap muka Kejati Sulut dengan jajaran Pemkab Sangihe dan elemen masyarakat di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati Sangihe

TAHUNA-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, M Roskonedi, Rabu (8/8/2018), melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kejati dalam Kunkernya melakukan tatap muka bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe di ruang serbaguna rumah jabatan Bupati. Dalam kesempatan ini juga Roskonedi mewarnning Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Wakil Bupati Helmud Hontong SE dalam sambutanya mengatakan, saat ini kita dapat bertatap muka dengan Kajati Sulut bersama rombongan, sehubungan dengan itu atas nama pemerintah Kabupaten Sangihe menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas Kunker Kajati di Kabupaten Sangihe.

“Mengingat forum ini sangat penting dan strategis dalam rangka membangun kemitraan dan sinergitas dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kita di Kabupaten Sangihe,” ujar Hontong.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut M Roskonedi bersama Ibu dan rombongan ketika disambut secara adat di Bandara Naha Sangihe
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut M Roskonedi bersama Ibu dan rombongan ketika disambut secara adat di Bandara Naha Sangihe

Lebih lanjut Hontong menyatakan atas nama Pemerintah dan masyarakat di daerah ini menyampaiakan selamat datang kepada Kajati Sulut di tanah Tampungang Lawo, sambil menikmati alam yang indah serta masyarakat yang santun dan berbudaya yang beraneka ragam.

Baca juga:   Bupati dann Wabup Serahkan Pamboat untuk 9 Kelompok Nelayan di Sangihe

“Situasi dan kondisi ini menjadi energi positif dan sumber indpirasi dalam tugas di Sangihe yang merupakan bagian internal dari Provinsi Sulut,” jelas Hontong sambil menambahkandalam rangka mempercepat akselerasi di Kabupaten Sangihe, kami sepakat bahwa pemerintahan saat ini Kabupaten Sangihe daerah perbatasan NKRI sebagai gerbang maritim Indonesia yang maju sejahterah dan mandiri. Dijabarkan melalui misi pimpinan daerah dikenal dengan sebutan sapta karya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tingi (Kajati) Sulut M Roskonedi mengatakan, kedatanganya ke Sangihe dalam rangka Kunker Kajati Sulut ke wilayah hukum Kejaksaan Negeri se Sulut, dan di Sangihe merupalan Kunker yang ke delapan dari 15 Kabupaten/Kota di sulut
“Ini merupakan pertama kali melakukan Kunker ke Sangihe,” ujar Roskonedi.

Diungkapkanya, ada beberapa hal yang akan saya sampaikan selaku Kejaksaan Tinggi yang merupakan salah satu aparat penegak hukum di wilayah Sulut. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Kejaksaan yang selama ini menarik perhatian bukan hanya masyarakat tetapi juga pimpinan adalah tindak pidana korupsi oleh kejaksaan.

Baca juga:   Tiga Bulan, Pemkab Sangihe Gratiskan Tagihan 4703 Pelanggan PDAM

“Sesuai dengan UU nomor 16 tahun 2004 Kejaksaan diberikan kewenangan untuk menangani perkara Tipikor. Nantinya tindak pidana korupsi akan menjadi salah satu tugas kejaksaan,” beber dia.

Dia menambahkan, permasalahan selama ini yang mencuat keatas adalah banyak OPD yang komplit terhadap kehadiran kejaksaan. Mereka merasa kwatir, takut untuk melaksanakan pencairan sehingga pembangunan di daerah menjadi terhambat. “Bahwa kejaksaan sebagai penegak huk tidak boleh mempidanakan kebijakan pemerintah daerah dan jangan sampai membuat gaduh di daerah,” imbuhnya.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *