Topang Pariwisata Sulut, BBPOM Manado Hadirkan ‘Label Pang Barasa’

oleh
Rustyawati (paling kanan) bersama tim menempelkan Label Pang Barasa di salah satu restoran di Mantos 1.

MANADO-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado mendukung program pariwisata yang terus digiatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Dengan menghadirkan program ‘Label Pang Barasa’.

Diungkapkan Kepala BBPOM Manado Dra Rustyawati Apt MKes Epid, program andalan ini untuk menjamin higienitas makanan di Bumi Nyiur Melambai. Agar terhindar dari bahan-bahan berbahaya.

Apalagi menu-menu enak yang tersebar di sejumlah rumah makan, sudah sampai pada turis mancanegara yang makin banyak datang ke Sulut.

Label Pang Barasa, kata Rustyawati, dipilih karena sangat mewakili kearifan lokal Sulut. Dan merupakan kepanjangan dari Labelisasi Pangan Siap Saji.

Pemprov Sulut pun sangat mengapresiasi dukungan BBPOM Manado ini. Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw mengungkapkan, sektor pariwisata kita bertumbuh pesat hingga 66 persen. Tertinggi se-Indonesia.

Wagub Sulut Steven Kandouw menyerahkan sertifikat Label Pang Barasa secara simbolis kepada simbolis kepada The Kampoeng Mantos 1, Kawan Baru Mantos 1, dan Bastianos Mantos 3.
Wagub Sulut Steven Kandouw menyerahkan sertifikat Label Pang Barasa secara simbolis kepada simbolis kepada The Kampoeng Mantos 1, Kawan Baru Mantos 1, dan Bastianos Mantos 3.

Nah, semua restoran wajib memenuhi syarat sesuai aturan berlaku. Untuk itu, BBPOM Manado terus berusaha sebaik mungkin menjaga kualitas makanan yang disajikan. “Sebab jika terjadi masalah fatal terhadap konsumen, pasti akan berhadapan dengan proses hukum,” imbuh Kandouw, di sela sambutannya saat membuka Festival Pesona Bunaken 2018 di Manado Town Square, Kamis (19/7/2018).

Baca juga:   Gandeng Wartawan Daerah, BKKBN Sulut Maksimalkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Program KKBPK

Ditambahkan Rustyawati, memperkuat program Label Pang Barasa tersebut, pihaknya menggaet Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pariwisata provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut.

Tim Terpadu ini memantau dan menilai rumah makan maupun restoran yang memenuhi syarat. Berdasarkan rekomendasi itu, Label Pang Barasa diberikan kepada restoran dimaksud.

Diungkapkan Rustyawati, Tim Terpadu telah menginventarisir 22 restoran. Sebanyak 13 restoran telah ditempelkan Label Pang Barasa.

“Kami targetkan untuk tahun 2018 ini, Label Pang Barasa terpenuhi oleh rumah makan dan restoran di Manado, Bitung, Kotamobagu, dan Tomohon,” pungkasnya.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *