Dokter Ahli Anak Kumpul di Manado, Bahas Teknis Kampanye Imunisasi MR

oleh
Para dokter ahli anak dan lintas sektor usai seminar dan pelatihan di Ballroom Hotel Aston Manado.

MANADO-Kota Manado menjadi pusat seminar dan pelatihan advokasi untuk Kampanye Imunisasi MR (Measles/Campak dan Rubella) Fase II dan Surveilans PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi).

Dilaksanakan pada Kamis (19/7/2018) di Hotel Aston Manado, para pejabat pusat membahas rencana Kampanye MR dengan para dokter ahli anak dari Sulut, Gorontalo, dan Ternate.

Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH melalui Kasie Surveilens dan Imunisasi Merry Pasorong SKM MKes mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen lintas sektor termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam menopang Kampanye Imunisasi MR Fase II ini.

“Kami bersyukur dalam pertemuan ini ada banyak masukan terkait teknis pelaksanaan imunisasi MR di lapangan. Baik itu di Puskesmas, Posyandu, sekolah, dan fasilitas kesehatan lainnya,” sebut Pasorong, ditemui usai kegiatan.

Diketahui, seminar dan pelatihan yang diinisiasi IDAI, Kementerian Kesehatan RI, dan WHO (World Health Organization) Indonesia tersebut, turut digaungkan komitmen dukungan terhadap Kampanye Imunisasi MR Fase II dan Surveilans PD3I.

Baca juga:   Road to DB 1A, JPAR Dicintai, PAHAM Dinanti. Ribuan Pendukung Kawal Pendaftaran di KPU Manado

Berikut isi komitmen dukungan tersebut:
‘Program imunisasi campak dan rubella (Measles dan Rubella/MR) Fase II di 28 provinsi menargetkan 31.963.000 anak usia 9 bulan-15 tahun. Keberhasilan program ini sangat penting dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia.

Berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) berkomitmen untuk menyukseskan Kampanye Imunisasi MR Fase II, Program Imunisasi Rutin, dan Surveilans PD3I.

Melalui pendekatan dalam bidang edukasi, advokasi, dan komunikasi dengan sasaran mengoptimalkan cakupan Imunisasi MR Fase II, Program Imunisasi Rutin dan Surveilans PD3I, kami berkomitmen untuk menyukseskan Kampanye Imunisasi MR Fase II dan Surveilans PD3I’.

Pernyataan komitmen ini ditandatangani oleh para pimpinan WHO, Kemenkes RI, Komnas KIPI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), IDAI Cabang Sulut, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulut.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *