Tangkal Aksi Terorisme, Pangdam XIII/Merdeka Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Operasional

oleh
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Madsuni (tengah) bersama pasukan.

MANADO-Kodam XIII/Merdeka melaksanakan upacara Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Operasional TA. 2018, Rabu (18/7/2018).

Menurut Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni SE, gelar pasukan kali ini adalah bagian skenario latihan. Untuk mengecek kesiapsiagaan operasional Kodam XIII/Merdeka menghadapi Rentinkon siaga operasional (Mission Oriented Training).

Agar cepat mengatasi aksi terorisme yang terjadi di wilayah tanggung jawab Kodam XIII/Merdeka. Tepatnya di Manado dan Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Dikatakan Madsuni, aktivitas terorisme di Indonesia saat ini masih merupakan salah satu ancaman aktual. Yang terus merongrong kewibawaan Pemerintah RI. Terlebih khusus aparat pertahanan dan keamanan negara.

Kondisi ini tentu menuntut kesiapsiagaan operasional dari seluruh Kotamaops TNI. Supaya senantiasa siap siaga secara operasional menghadapi setiap kontinjensi dan dinamika yang berkembang.

Lewat tema latihan ‘Kodam XIII/Merdeka beserta Jajarannya Melaksanakan Operasi Mengatasi Aksi Terorisme dalam rangka Mendukung Tugas Pokok TNI’, diharapkan mewujudkan interoperability antar matra di dalam menangani aksi terorisme.

Para prajurit Kodam XIII/Merdeka dengan perlengkapan perang.
Para prajurit Kodam XIII/Merdeka dengan perlengkapan perang.

Lanjut Madsuni, kejadian di Marawi Filipina Selatan tahun lalu adalah contoh aktual yang harus menjadi pembelajaran bagi kita. Di mana hanya dalam waktu beberapa jam saja kelompok ISIS Maute berhasil menguasai Kota Marawi dan mempertahankannya selama beberapa bulan.

Baca juga:   Korem 133/Nwb Ziarah Rombongan Awali HJK TNI AD 2018

Hal ini tentunya tidak boleh terjadi di wilayah NKRI. Terlebih khusus di wilayah tanggung jawab Kodam XIII/Merdeka yang kebetulan berbatasan dengan wilayah Filipina Selatan.

Madsuni menekankan, patut kita waspadai sekarang ini adalah potensi kemungkinan adanya pelarian para teroris militan ISIS Marawi. Yang diketahui telah terdesak dan terpojok, menuju wilayah NKRI melalui wilayah kerja Kodam XIII/Merdeka di Pulau Sulawesi yang begitu luas.

Lebih runyam lagi kalau ternyata para pelarian tersebut dapat menarik simpati dari kelompok-kelompok berideologi radikal di tanah air kita. Khususnya di wilayah tanggung jawab Kodam XIII/Merdeka.

Di sinilah urgensi latihan ini, yakni melatih satuan jajaran Kodam XIII/ Merdeka agar mampu menjalankan ‘Operasi Jaya Sakti XIII-17’ secara terpadu, efektif dan efisien.

Madsuni mengingatkan setiap peserta agar mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan disiplin, loyalitas, serta semangat juang tinggi. “Perhatikan faktor keamanan, baik personel maupun materil,” pungkasnya.

Baca juga:   Ini Maksud Sat Lantas Polres Minsel Sosialisasikan 'Ops Patuh' Di Sejumlah Terminal Dan Pasar

Hadir pada upacara tersebut, Kasdam XIII/Merdeka, Ir Ops Itjen TNI beserta rombongan, Danpusdikma Kodiklat TNI beserta rombongan, Danrem 131/Santiago, Ketua Tim LKO dari Kodiklat TNI, Irdam, Danrindam, para Staf Ahli dan para Asisten Dam XIII/Merdeka, para Kabalak Dam XIII/Merdeka, serta LO AU dan LO AL.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *