Masuk Sangihe Secara Ilegal Dua WNA Philipina Diamankan Kodim SaTal

oleh
Dua WNA asal Philipina ketika diamankan oleh Kodim 1301/Satal.

TAHUNA-Dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal  negara tetangga Philipina, masing-masing Jerby Hilario
Bade (32) dan Joan T. Guzman (26). Keduanya warga Kotabatu itu masuk ke Kabupaten Kepulauan Sangihe tanpa mengantongi sehelai pun surat ijin bepergian maupun dokumen resmi melintas dari negara asal ke negara lain.

Akibatnya, kedua WNA harus diamankan pihak Kodim 1301 SaTal setelah dua pekan lebih menetap di Kampung Bungalawang Kecamatan Tabukan Tengah.

Dandim SaTal  Letkol Infantri Saiful Panrerengi melalui Bagian Penerangan (Bapen) Kodim
SaTal Adriyanto A. Geru membenarkannya ketika dikonfirmasi.

Infomasi resmi  pihak Kodim, kedua warga Philipina itu hanya beberapa jam saja diamankan di Makodim untuk kepentingan
pemeriksaan dan pengecekkan, selanjutnya langsung diserahkan ke pihak Imigrasi Kelas II Tahuna untuk ditindak lanjuti.

Kronologis diamankannya kedua warga WNA tersebut, diawali pada tanggal 1 Juli 2018 sekira pukul 08.00 Wita, ketika kedua WNA tersebut di kampung Bungalawang Kecamatan Tabukan Tengah dan menginap di rumah Keluarga Derisaldee Sondang-Tahendeng yang tak lain adalah paman dari salah satu WNA.

Baca juga:   Gaghana Irup HUT ke-55 Provinsi Sulut

Karena sudah beberapa hari tinggal di rumah sang paman (Beristerikan warga Philipina), pada tanggal 17 Juli 2018 sekira pukul 16.00 Wita, salah satu warga masyarakat melaporkan keberadaan WNA Pilipina
tersebut kepada Kopda Haris Babinsa Ramil 1301-08/Tabteng, kemudian Kopda Haris langsung menghubungi Serda Ernes Potoroli anggota Unit Inteldim 1301/Sangihe, selanjutnya sekira pukul 19.30 Wita, Serda Ernes Potoroli dan Kopada Hafis pergi ke rumah Keluarga Sondang Tahendung guna mengambil keterangan tentang keberadaan kedua WNA
tersebut,  selanjutnya melaporkan ke Pasi Inteldim 1301/Sangihe.

Penyerahan dua WNA adal Philipina dari Kodim 1301/Satal ke Kantor Imigrasi Kelas II Tahuna
Penyerahan dua WNA adal Philipina dari Kodim 1301/Satal ke Kantor Imigrasi Kelas II Tahuna

Dari hasil pemeriksaan pihak Kodim, diketahui pula kedua WNA tidak tahu berbahasa Indonesia dan berencana akan tinggal di kampung Kuma selama 3 bulan dengan tujuan hanya untuk kunjungan keluarga. Kedua WNA datang
ke Sangihe juga hanya mengikuti sang paman  yang berangkat ke Philipina beberapa waktu lalu dalam kaitan menghadiri ibadah pemakaman
adik ipar sang paman Derisaldee Sondang (adik kandung dari Jerby Hilario Bade).

Baca juga:   Kampung Sensong Butuh Penambaham Kuota MT

Sementara Kepala Imigrasi Kelas II Tahuna melalui Pelaksana Harian, Adityo Aribowo dikonfirmasi tepisah mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman sekaligus menitipkan kedua WNA di ruang Imigrasi serta berkoordianasi dengan pihak Konjen Philipina untuk mendeportasi ketika hasil pemeriksaan selesai dilakukan.

”Tetap kami melakukan pendalaman dan tentunya kami akan melakukan deportasi
ketika sudah tuntas pemeriksaannya,” singkat  Aribowo.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *