JICA Kagum Motivasi Kerja Kader JKN di wilayah BPJS Kesehatan Manado

oleh
Chief Advisor JICA Sharoushi Project Ishizu Katsumi (tengah), Toru Oki (kiri) dan Dana (kanan) dari JICA Office Indonesia.

MANADO-Para Kader JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang beroperasi di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Manado, mendapat apresiasi baik JICA (Japan International Cooperation Agency) selaku mitra kerja Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Chief Advisor JICA Sharoushi Project Ishizu Katsumi mengatakan, dia sangat kagum dengan kemauan para Kader JKN ini. “Apalagi mereka mengungkapkan jika motivasi menjadi Kader JKN karena ingin menolong masyarakat,” kata Ishizu, usai meeting bersama 8 Kader JKN dan Perisai di Hotel Sutanraja, Minahasa Utara, Kamis (19/7/2018).

Menurut Ishizu, Kader JKN menjadi tonggak BPJS Kesehatan atau garis terdepan menyukseskan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Dan terhadap Kader JKN di Manado, Ishizu sangat berharap dapat terus berkomunikasi langsung. Karena dia mengakui, banyak hal baik yang bisa diperoleh dari kerja keras para Kader JKN tersebut.

Pertemuan antara JICA dan Kader JKN BPJS Kesehatan Manado di Hotel Sutanraja, Minut, Kamis (19/7/2018).
Pertemuan antara JICA dan Kader JKN BPJS Kesehatan Manado di Hotel Sutanraja, Minut, Kamis (19/7/2018).

Ishizu meyakini, Kader JKN bakal memberi kontribusi besar bagi masyarakat. “Karena motivasi kerja para Kader JKN sama dengan Kader Sharoushi yang berlaku di Jepang selang 50 tahun ini,” tandas Ishizu didampingi Toru Oki.

Baca juga:   Kabupaten Bolmut Ketambahan 1 Kasus Baru Terkonfirmasi Covid-19, Mokoginta: Tetap Waspada, Patuhi 3M

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado Greisthy Borotoding menerangkan, program Kader JKN menjadi upaya BPJS Kesehatan menuju cakupan semesta atau Universal Health Coverage program JKN-KIS per 1 Januari 2019.

Kader JKN diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan, bagi segmen peserta informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Kader JKN-KIS, lanjut Greisthy, merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Program JKN-KIS. Dan diharapkan akan mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran.

Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran, serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

Di sisi lain, JICA sebagai mitra DJSN hingga tahun 2020 nanti, akan sama-sama berupaya memperluas cakupan kepesertaan program jaminan sosial di Indonesia. Tentunya lewat model Sharoushi yang sudah sangat terkenal penerapannya di negara Jepang.

Baca juga:   Tunjang Pariwisata Sehat, Stand Dinkes Sulut Sediakan Pemeriksaan Gratis dan Aneka Lomba

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *