UNICEF Yakin Sulut Capai 100% Kampanye Imunisasi MR

oleh
dr Halik Malik MKM, Konsultan UNICEF.

MANADO-Karakter masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang terbuka dan maju, menjadi modal penting suksesnya program imunisasi nasional di daerah ini. Termasuk Kampanye Measles dan Rubella (MR) ini.

“Jika komitmen dan keberpihakan pemimpin daerah tinggi, kami yakin Imunisasi MR di Provinsi Sulawesi Utara bisa mencapai 100 persen,” ujar dr Halik Malik MKM, Konsultan UNICEF (United Nations Children’s Fund), saat ditemui Rabu (18/7/2018) di Manado.

Di samping itu, sosialisasi yang sistematis dan massif juga penting untuk keberhasilan kampanye MR.

Menurut dr Halik, kita beruntung tingkat pendidikan dan literasi masyarakat Sulut cukup baik. Sehingga diperkirakan partisipasi masyarakat akan tinggi. Tentu hal ini sangat mendukung upaya eliminasi campak dan kontrol rubella melalui Kampanye Imunisasi MR.

Hidup sehat adalah hak anak, termasuk di antaranya imunisasi.

Setiap anak berhak terbebas dari Campak dan Rubella. “Kami berharap seluruh pihak dan otoritas yang berwenang di daerah, bisa memastikan setiap anak mendapatkan vaksinasi MR di bulan Agustus dan September nantinya,” ucapnya.

Baca juga:   BKKBN Sulut Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Kepulauan

Saat ini, UNICEF menilai pemerintah cukup berhasil dengan program imunisasi. Banyak penyakit sudah tidak ada lagi dan mungkin sebagian besar masyarakat tidak mengenal lagi penyakit tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bergiliran memaparkan strategi Kampanye MR di wilayahnya masing-masing.
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bergiliran memaparkan strategi Kampanye MR di wilayahnya masing-masing.

Penyakit yang sangat menular seperti cacar, polio, difteri, dan sebagainya perlahan akan hilang dengan imunisasi yang terus berkembang. Ke depan, penyakit tersebut tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.

Terkadang kita lebih takut dengan vaksin-nya dengan banyak isu hoaks atau negatif seperti mengandung zat tertentu, palsu, menyebabkan autisme, dan lain-lain. Ketimbang berbagai penyakit berat dan mematikan yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kejadian luar biasa campak di Asmat yang menelan 72 korban dan wabah difteri di Jawa dan Sumatera yang menelan 44 jiwa pada penghujung tahun 2017 lalu, menjadi pelajaran penting.

Korban adalah mereka yang tidak pernah imunisasi atau tidak lengkap imunisasinya. Iklan dan sosialisasi yang ada, sengaja menampilkan sosok orang tua mengalami langsung infeksi rubella (crs) pada anaknya.

Baca juga:   Performa Sangat Baik Bidang Keselamatan dan Keamanan Nuklir, RSUP Kandou Terima Anugerah Bapeten 2020

Tidak satupun orang tua ingin anaknya sakit seperti itu. Semua pihak perlu mengetahui bahaya penyakit campak dan rubella, serta beratnya akibat dari Campak Rubella Syndrome. Di antaranya gangguan otak, jantung, penglihatan dan pendengaran.

Perlu juga diketahui, penyebaran penyakit terutama disebabkan oleh virus, tidak mengenal batas negara atau batasan geografis.

Siapapun itu, baik kaya atau miskin, bila tidak punya kekebalan dalam tubuhnya, akan berisiko terinfeksi campak dan rubella.

“Di zaman sekarang, mobilitas masyarakat sudah sangat tinggi. Karena itu penting sekali mempunyai perlindungan spesifik dalam tubuh terhadap penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Salah satunya adalah vaksin MR,” tandasnya.

Keyakinan UNICEF tersebut, semakin diperkuat oleh strategi Kampanye MR yang telah dilakukan di 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Berikut sasaran Kampanye Imunisasi MR di Sulut, berdasarkan data Pusdatin Kementerian Kesehatan RI:

Kabupaten Bolmong: 64.918 jiwa
Kabupaten Minahasa: 72.085 jiwa
Kabupaten Sangihe: 22.837 jiwa
Kabupaten Talaud: 22.725 jiwa
Kabupaten Minsel: 50.178 jiwa

Baca juga:   Tertawa Dianjurkan untuk Jaga Kesehatan Jantung

Kabupaten Minut: 48.607 jiwa
Kabupaten Bolmut: 22.250 jiwa
Kabupaten Sitaro: 14.203 jiwa
Kabupaten Mitra: 27.850 jiwa
Kabupaten Bolsel: 19.742 jiwa

Kabupaten Boltim: 18.122 jiwa
Kota Manado: 94.929 jiwa
Kota Bitung: 55.117 jiwa
Kota Tomohon: 22.680 jiwa
Kota Kotamobagu: 30.532 jiwa

Diketahui, UNICEF adalah sebuah organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga ini memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *