Miliki 15.255 Pelaku Kreatif, BEKRAF Nilai Manado Sangat Potensial

oleh
Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Ari Juliano Gema (kiri) mendengarkan penjelasan salah satu pelaku ekonomi kreatif lokal Manado.

MANADO-Kota Tinutuan sebagai salah satu julukan tren milik Kota Manado, rupanya menjadi salah satu sasaran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia. Untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang efisien dan kondusif.

Disebutkan Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Dr Ing Abdur Rohim Boy Berawi MSc, ada 15.255 pelaku kreatif di Manado. Dan kebanyakan bergerak di subsektor kuliner sebanyak 11.341 usaha, fashion dengan 2.192 usaha, dan kriya (kerajinan) dengan 1.099 usaha.

“Hal ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif bagi BEKRAF. Untuk berkoordinasi dan memfasilitasi terjadinya kolaborasi antar pelaku kreatif,” sebut Ing.

Apalagi berdasarkan hasil survei khusus ekonomi kreatif Badan Pusat Statistik (BPS), tutur Ing, di tahun 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 triliun. Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya.

Peserta sosialisasi BISMA Goes to Get Member (BIGGER) di Ballroom Hotel Four Points for Sheraton Manado, Kamis (28/6/2018).
Peserta sosialisasi BISMA Goes to Get Member (BIGGER) di Ballroom Hotel Four Points for Sheraton Manado, Kamis (28/6/2018).

Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kreatif, sebanyak 8.203.826 usaha.

Baca juga:   GM Bandara Sam Ratulangi Buka Rakor ASC 2019

“Kegiatan BIGGER (BISMA Goes to Get Member) di Kota Manado ini juga merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Terkait pengembangan pasar, Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Sappe MP Sirait SSTP MSi mengutarakan, BEKRAF sangat siap mensupport pemerintah daerah. Khusus di Sulut, dengan merelevansikan kunjungan wisata belasan ribu turis ke Manado, Sulawesi Utara, dengan produk-produk yang disediakan pelaku ekonomi kreatif.

“Tentunya BEKRAF mendorong pelaku usaha menciptakan produk-produk inovasi yang mengedepankan bahan baku asli daerah, sesuai yang diinginkan para turis sebagai konsumen,” ucap Sirait.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *