Tanpa Pemerintah Pak Presiden Jokowi dan BPJS Kesehatan, Peserta JKN-KIS PBI Ini Akui Tidak Akan Mampu Berobat

oleh
Suryati (paling kanan) bersama suami dan dua anaknya yang terdaftar peserta JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

MANADO-Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diakui banyak pihak, sangat menolong dan menghindarkan masyarakat Indonesia dari kemiskinan.

Hal itu juga diakui salah satu peserta JKN-KIS di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manado.

Dia adalah Suryati Nupu dalam Keluarga Abas-Nupu. Ibu berusia 47 tahun ini, tercatat sebagai warga Banjer Lingkungan 5, Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Dikisahkan Suryati, dirinya mendapat kartu peserta JKN-KIS pada tahun 2007. Masuk segmen penerima bantuan iuran (PBI) atau Jamkesmas.

Di tahun itu, Suryati mengungkapkan, langsung menggunakan kartu JKN-KIS karena terkena stroke.

Kehidupan Suryati terasa disambar petir lain. Akhir Desember 2016, dia didiagnosa menderita kanker payudara.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan jaringan pada Januari 2017. Di bulan Agustus 2017 Dirinya menjalani tindakan operasi pengangkatan payudara.

Setelah itu, dilakukan kemoterapi obat Xeloda selama kurang lebih 6 bulan. Dan penyinaran sebanyak 25 kali.

Baca juga:   Kajati Sulut dan Kepala BPKP Tinjau Hasil Pekerjaan Gedung Palma RSUP Kandou

“Sejak berobat pada 2016 hingga saat ini, tidak dikenakan iuran biaya,” ucap Suryati.

Ibu dua orang anak ini mengakui, program JKN-KIS sangat membantu. “Karena jika tidak ada program ini, saya harus mengeluarkan biaya kurang lebih 200-an juta rupiah,” imbuh Suryati.

Dengan kondisi ekonomi keluarga tidak mampu, tutur dia, pastilah tidak akan sanggup menanggung seluruh biaya tersebut.

“Terima kasih banyak kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada mereka, pasti saya tidak akan berobat. Dan saya tidak tahu akan jadi seperti apa kondisi payudara siapa,” tutur Suryati dengan mata berkaca-kaca.

Ucapan terima kasih terasa tak cukup bagi Suryati. Karena selain dirinya, tiga anggota keluarganya yang lain juga terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Suryati pun berharap, pelayanan kesehatan di RS khususnya di loket antrian agar semakin ditingkatkan.

Terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Tikala, Suryati mengungkapkan, pelayanan yang diperolehnya sangat memuaskan. Karena pasien mendapat arahan atau diberi petunjuk bagaimana mekanisme berobat selanjutnya.

Baca juga:   Jasa Raharja Tanggung Hingga 20 Juta, Selebihnya Dibayar BPJS Kesehatan

Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado Dr Greisthy Borotoding berharap, jika terdapat pelayanan yang tidak sesuai agar segera melaporkan ke petugas Pengelola Informasi dan Pengaduan yang ada di rumah sakit.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.