Gandeng Akademisi dan Pemerintah, HPI Sulut Gelar Diskusi Kepariwisataan

oleh
Foto bersama peserta diskusi dengan narasumber.

MANADO – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulut yang menjadi bagian penting dalam kepariwisataan turut mengambil peran dalam memajukan sektor pariwisata yang saat ini menjadi sektor strategis di Sulut.

Maka, Rabu (23/5/2018) siang di Rumah singgah Manado (Camp Manengkel Solidaritas) HPI menggelar Diskusi bertajuk “Sustainable Tourism and Tourism Guide”. Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata HPI dalam keseriusanya untuk memajukan sektor pariwisata di Sulut.

Kadis Pariwisata Sulut, Drs Daniel Mawengkang yang hadir mewakili pemerintah sebagai narasumber menyampaikan bahwa Pramuwisata/Tourism Guide adalah garda terdepan pariwisata, karena yang secara langsung bertemu dengan wisatawan baik lokal maupun mancanegara di Sulut.

“Jadi setelah selesai dari Imigrasi sudah menjadi tugas HPI dalam mengawal wisatawan dalam berwisata di Sulut,” ungkap Mawengkang.

Ketua HPI Sulut, Roy Bherti Kolengkoan mengungkapkan peran HPI saat ini sangat penting sehingga kita harus memiliki legalitas yang kuat maka kita butuh Pergub yang mengatur kepariwisataan ini.

Tonaas Herry Sunda bersama Kadispar Sulut, Drs Daniel Mawengkang.
Tonaas Herry Sunda bersama Kadispar Sulut, Drs Daniel Mawengkang.

“Pramuwisata wajib mengikuti Legalitas Seritifikasi Profesi untuk diakui memiliki kompetensi yang baik. Dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) salah satu profesi yang diberlakukan,” tutur Roy dalam diskusi tersebut.

Dirinya juga secara khusus menyarankan kepada pemerintah dalam menghadapi serbuan wisatawan Tiongkok di Sulut harus siapkan strategi khusus karena dapat dikhawatirkan kedatangan mereka justru merusak kondisi pariwisata kita, sehingga perlu ada pembatasan dan pengawasan khusus bagi turis dari Tiongkok ini.

Baca juga:   Olly Beri Sambutan Di Acara Penyambutan Dubes AS

Selanjutnya, hadir pula mewakili Detasemen Wirabudaya (Denwa) LMI, Kabid Kepariwisataan, Tonaas Herry Sunda yang memberikan masukan pariwisata menurut sudut pandang budaya yang ada di Sulut.

“Pariwisata dan Budaya harus di ikut sertakan dalam proses pengembangan Pariwisata berkelanjutan khususnya di Sulut. Budaya yang adalah warisan yang tidak ada “limit edition”. Sebagai Kabid Kepariwisataan saya mengimbau agar tamu khususnya dari Tiongkok maupun wisman yang semakin banyak agar bisa bersinergi dengan kearifan lokal Budaya didaerahnya,” jelas Ko Herry sapaan akrabnya.

Hadir pula dalam diskusi tersebut Pakar Pariwisata, Prof Beth Lagarens), Dosen Unima/akademisi Lingkungan UI, DR Ferol Warouw, Staf Ahli Wagub Sulut Bid Pariwisata,Dino Gobel, Dosen FEB Unsrat/Pakar Ekonomi Sulut, Dr Een Walewangko, Penasehat HPI, Boy Sumual dan Pemilik Rumah Singgah Manado, Sony serta anggota HPI se Sulut.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *