Family Sijum Hadir Berbagi Takjil di kota Manado, Kampanyekan “Save Cadar”

oleh
Masyarakat yang menghampiri dan memberikan pelukan kasih sayang.

MANADO – Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, komunitas Family Sijum yang biasanya membagikan nasi di masjid setiap Jumat kini hadir dengan membagikan takjil/snack buka puasa di Taman Kesatuan Bangsa Manado.

Namun setelah adanya tragedi bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu yang masih meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia, maka Family Sijum pun hadir ditengah masyarakat kota Manado tidak hanya membagikan takjil namun juga mengkampanyekan “save cadar” yang bertema muslimah cinta damai.

Dalam kesempatan itu mereka yang sebagian menggunakan Kerudung/hijab dengan penutup wajah (cadar/niqab) juga membawa poster bertuliskan “Buat yang perempuan peluk saya jika anda merasa aman denganku”. Beberapa masyarakat perempuan pun berdatangan untuk memeluk mereka sebagai tanda bahwa mereka saling mengasihi dan menyayangi serta tidak takut dengan wanita bercadar. Apalagi di kota Manado sebagai kota dengan nilai toleransi yang tertinggi atau kota paling toleran di Indonesia.

ketua Family Sijum Sulut, Latifah Bachmid.
ketua Family Sijum Sulut, Latifah Bachmid.

Hal ini sekaligus menepis adanya stigma negatif bagi pengguna niqab dikalangan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa wanita bercadar merupakan bagian dari kelompok teroris atau radikalisme.

Baca juga:   Kumpulan Ucapan Selamat Menyambut Ramadhan 1441 Hijriah Untuk Dibagikan Ke Facebook, Grup Whatsapp Keluarga, Teman Atau Saudara

Hal ini ditegaskan secara langsung oleh ketua Family Sijum Sulut, Latifah Bachmid yang mengatakan bahwa ini tidak ada indikasi dengan teroris ataupun faham radikalisme namun lebih kepada iman dan aqidah sebagai seorang muslim.

“Baju hitam ini sudah ada di jaman Rasulullah dan sudah dipakai oleh putri dan istri Rasulullah. Bagaimana Fatimah menyederhanakan model pakaian agar tidak terlihat lekuk lekuk tubuhnya sebagai perempuan,” ungkap Bunda Ifa, demikian sapaan akrabnya.

Masyarakat pun antusias menerima takjil yang sudah disiapkan oleh pejuang Sijum di bulan Ramadhan ini.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *