Richard Mainaky: Daya Juang Peserta Putri Mirip Liliyana Natsir

oleh
Richard Mainaky (belakang) usai menyerahkan Super Tiket U-13 Audisi Manado, Senin (7/5/2018).

MANADO-Memantau langsung bakat-bakat pebulutangkis muda di Manado, cukup mengejutkan bagi Richard Mainaky.

Pelatih yang sukses menangani ganda campuran kebanggaan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ini, mengaku terkesima dengan kegigihan para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Bumi Nyiur Melambai.

“Saya cukup surprise dengan penampilan mereka. Artinya bahwa skill dan kemampuan anak-anak ini cukup oke dan bisa diasah kembali jika kelak nantinya masuk di PB Djarum,” tutur Anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum tersebut.

Dia pun memiliki pengalaman tersendiri seputar atlet-atlet asal Indonesia Timur, khususnya dari Manado.

Menurutnya, rata-rata peserta putri di Audisi Umum kali ini memiliki kesamaan dengan Butet (sapaan akrab Liliyana Natsir) yang juga berasal dari Manado.

“Daya juang serta rasa nggak mau kalah mereka sama seperti Butet. Dulu, dia itu (usia) 12 tahun merantau. Di asrama hampir setiap hari nangis. Pas makan nasi, air mata jatuh ke nasi lalu makanan tidak dimakan,” ungkapnya, seraya tertawa mengenang momen-momen bersama salah satu anak didiknya tersebut.

IMG-20180508-WA0004-422x281IMG-20180508-WA0005-384x256

Para peserta putri Audisi Manado yang lolos ke Final Kudus, Jawa Tengah, 7-9 September 2018.
Para peserta putri Audisi Manado yang lolos ke Final Kudus, Jawa Tengah, 7-9 September 2018.

Lebih lanjut Richard menjelaskan, gigih bertarung di lapangan dan memiliki jiwa tidak mau kalah di usia dini merupakan modal awal yang baik untuk menjadi seorang atlet ‘jadi’.

Baca juga:   Kategori Eksekutif Berlangsung Alot, Kejuaraan Tenis Meja Sulutgo 25th Anniversary RSUP Kandou Sukses

Cara main dan motivasi anak-anak ini, khususnya yang putri, itu terlihat sekali. Kharismanya pun waktu masuk lalu main juga terasa.

“Tapi kalau pun berhasil menang, jangan cepat puas. Perjalanan mereka masih sangat panjang,” katanya.

Pria kelahiran Ternate, 23 Januari 1965 ini, juga menyoroti pentingnya pelatih bagi para atlet berbakat yang mengikuti Audisi Umum.

Di usia dini, menurutnya, pelatih dapat memegang peran penting dalam membentuk karakter anak didiknya.

“Pelatih itu adalah motivator sekaligus orangtua. Sehingga tidak hanya masalah teknis di bulutangkis, tapi juga sisi lain seperti attitude yang menjadi salah satu hal penting dalam karakter seorang anak,” jelasnya.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *