Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak dari Januari-April Di Sangihe Capai 8 Kasus

oleh
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak Lusiana H Solang SH,

TAHUNA -Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, terbilang masih tinggi. Data yang berhasil dirangkum SulutAktual.com dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sangihe, selamg Januari-April 2018 sudah terjadi 8 kasus.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak Lusiana H Solang SH, menurutnya jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak dari bulan Januari hingga April 2018 sebanyak 8 temuan kasus.

“Sesuai data yang ada pada kami saat ini selang Januari sampai April 2018, jumlah temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menimbulkan korban sebanyak 8 orang, untuk  perempuan sebanyak 3 orang dan anak 5 orang,” ungkap Solang.

Upaya menyelesaikan hal ini lanjut Solang, dari dinas terkait memanggil korban dan pelaku untuk nenyelesaikan secara damai. “Jadi untuk Pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami akan memanggil pihak korban yang terlapor dan pelaku untuk sama-sama dengan cara mediasi dan menyelesaikan kasus secara damai. Tetapi kalu kasus tersebut sudah anarkis atau penganiayaan itu akan diproses sesuai hukum yang ada,” tambah Solang sambil menambahkan sesuai dengan data Polres Sangihe untuk kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2017 sebanyak 102 kasus, dengan rincian kekerasan terhadap Perempuan sebanyak 70 kasus, sedangkan untuk kekerasan terhadap anak sebanyak 32 kasus.

Baca juga:   Pemkab Sangihe 'Cuci Gudang'

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *