Ratusan Siswa Bolmut Dibekali PIK-R, BKKBN Sulut Ciptakan GenRe

oleh
Sejumlah peserta sosialisasi bersama pemateri.

BOLMUT-Sebanyak 150 siswa-siswi mengikuti sosialisasi Pusat Informasi Konseling-Remaja (PIK-R) di SMK 1 Kaidipang, Boroko, Bolmong Utara (Bolmut), Kamis (19/4/2018).

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Bina Ketahanan Remaja BKKBN Sulut dr Alfrida Bayang MKes menerangkan, PIK-R adalah upaya mendukung terciptanya generasi berencana (GenRe).

“Para peserta diharapkan dapat memahami sekaligus menjadi motor penggerak PIK-R di Kampung KB yang sudah dibentuk di Bolmut,” ujar dokter Alfrida.

PIK-R menjadi strategi pendekatan terhadap remaja dalam program GenRe.

Sebisa mungkin dapat memberikan banyak sumbangsih informasi serta wadah konsultasi bagi remaja sekolah dan mahasiswa.

Remaja sebagai peralihan dari usia anak-anak, seringkali dihadapkan pada persoalan-persoalan yang membuat mereka ingin serba tahu dan mencoba banyak hal.

Perubahan psikis maupun biologis yang dialami remaja, tak jarang membuat mereka dihadapkan pada persoalan pada siapakah remaja mengadu, serta bertanya menyangkut pubertas atau hal berbau sex.

Baca juga:   Matangkan Harganas ke-25, BKKBN Pusat Teleconference dengan Panitia Lokal

Sikap sebagian masyarakat atau orang tua yang tabu membicarakan sex, membuat remaja seringkali salah langkah dan mencari sendiri jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang ada dalam benaknya.

Banyaknya konten-konten dewasa saat ini, acapkali menjadi rujukan atas pertanyaan-pertanyaan remaja tersebut. Justru seringkali menjerumuskan mereka pada jawaban-jawaban yang salah.

“Langkah BKKBN mengembangkan PIK-R yakni menjawab dan menjadikan rujukan bagi pencarian jawaban-jawaban remaja dengan segala persoalannya. Sehingga remaja bisa mempersiapkan kehidupan berkeluarga,” tandas dokter Alfrida.

Untuk itu, remaja diberikan delapan pengetahuan subtansi program GenRe. Yaitu Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), delapan fungsi keluarga, life skill, pencegahan HIV/AIDS, menghindari penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, serta kemampuan Advokasi juga KIE bagi remaja.

“Dimaksudkan agar para remaja dapat aktif dalam kegiatan Generasi Berencana (GenRe) dan Pusat Informasi Konseling (PIK), sehingga terhindar dari pernikahan dini, seks pra nikah, dan narkoba,” pungkasnya.(*)

Baca juga:   Kepala BBPOM Manado: Stop Pakai Boraks! Stok STPP Cukup di Sulut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *