Dispar Minut Bakal Tata Objek Wisata Religi Kaki Dian

oleh
Theodora Luntungan

MINUT –  Objek Wisata Religi Kaki Dian Airmadidi Minut yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Minahasa Utara akan kembali ditata. Penataan objek wisata ini sudah dianggarkan dalam APBD Minut tahun 2018 sebesar Rp. 2Miliar

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Dra Theodora Luntungan kepada awak media, Jumat (12/4/18).

“Untuk menata kembali objek wisata Religi Kaki Dian menggunakan anggaran yang sudah di tata dalam APBD tahun 2018, penataan yang akan dilakukan antara lain pembuatan halaman parkir, pembuatan anjungan dan fasilitas lain yang bisa membuat Objek Wisata ini jadi lebih cantik lagi,” jelas Luntungan,

Dijelaskannya pula bahwa nanti pelebaran jalan menuju Kaki Dian namun dananya itu di luar dari 2 Miliar yang sudah di anggarkan.

“Nanti juga ada pelebaran jalan menuju Kaki Dian yang dananya di luar anggaran yang sudah di tata,” katanya.

Dikatakannya lagi, jika Objek Wisata Religi Kaki Dian sudah ditata dengan baik pasti bisa menarik wisatawan lokal maupun Mancanegara.

Baca juga:   Lomba Paduan Suara Antar SKPD se-Minut, Tim Sekretariat Dekab Minut Tampil Memukau

“Penataan dilakukan untuk menarik wisatawan lokal atau mancanegara. Apalagi kalau ada anjungan, bisa digunakan untuk iven-iven dari Dinas Pariwisata Minut bahkan tidak menutup kemungkinan dari luar minut,“ tukas Luntungan.

Selain menata kembali Objek Wisata Kaki Dian Pemerintah Kabupaten juga memberdayakan Desa Wisata. Saat ini Minahasa Utara memiliki 5 Desa Wisata yaitu Desa Bahoi di Kecamatan Likupang Barat, Desa Sawangan di Kecamatan Airmadidi, Desa Kema 1 Kecamatan Kema, Desa Marinsow dan Desa Pulisan yang ada di Kecamatan Likupang Timur.

“Untuk menjadi Desa Wisata minimal harus ada dua daya tarik atau objek wisata,” jelas Luntungan.

Sementara itu Kepala Seksi Sumber Daya Promosi Fredy Tulong menambahkan program desa wisata sudah sejak 2014. “Kami memberdayakan masyarakat desa wisata dengan menggelar pelatihan-pelatihan. Bahkan untuk Marinsow dan Bahoi sudah ada homestay untuk wisatawan. Tandas Tulong.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *