Penanganan Tepat, Anak Autis Bisa Berhasil

oleh
dr Lidya Maya Wantalangi SpKFR.

MANADO-Setiap orang tua wajib sigap terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Terlebih jika anak telah menunjukkan tanda-tanda autis.

Ahli kedokteran fisik dan rehabilitasi dr Lidya Maya Wantalangi SpKFR menjelaskan, untuk menentukan seorang anak menderita autis, harus dilakukan skrining sejak dini.

Pertama, pada usia 0 bulan (dilahirkan) hingga 6 bulan.

Kedua, usia 6 bulan hingga 2 tahun. Kemudian, usia 6 tahun ke atas.

Bagi orang tua, dr Maya menyarankan, supaya memantau kemampuan anak dalam melakukan kontak langsung dengan orang sekitar. Apakah sering rewel (menangis) di malam hari tapi beda dengan kebiasaan anak normal. Perhatian cepat teralih, tidak memperhatikan mainan yang diberikan, hingga tidak  ada reaksi meski sudah distimulus.

Jika anak tidak mampu melakukan kontak sosial personal, harus diwaspadai anak tersebut mengidap autis. Perlu dipahami, autis akan dibawa anak seumur hidupnya.

Secara medis, ada beberapa bagian besar menentukan anak autis. Di antaranya, gangguan karena infeksi sebelum lahir, gangguan kongenital, gangguan perkembangan otak setelah lahir, infeksi setelah lahir, atau kurang stimulus dari orang tua.

Baca juga:   Survey Darah Penderita DBD, Petakan Jenis Virus Dengue

Dikatakan dr Maya, penanganan autis berbeda pada setiap anak. Jika anak hiperaktif, dikurangi stimulus seperti tidak dikasih musik keras atau lampu-lampu berwarna merah.

Sedangkan anak autis yang pasif, diperbanyak stimulus atau rangsangan. Sehingga modulasi di otak akan membuat output dari anak akan lebih baik.

Dia menambahkan, anak autis itu sebenarnya pintar. Hanya kesulitan berinteraksi dengan orang di sekitar atau alat, itulah yang harus diterapi secara tepat. “Anak autis tidak harus dipisahkan dari lingkungan. Jika kita dapat temukan kemampuan dan bakatnya, anak autis bisa berhasil,” pungkasnya.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *