BBPOM Manado Amankan 148 Kaleng Ikan Makarel Berbahaya

oleh
Pemeriksaan sampel ikan makarel kaleng di Jumbo Swalayan.

MANADO-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado melakukan langkah pengamanan cepat, terkait temuan ikan makarel kaleng mengandung parasit cacing di Pekanbaru, Provinsi Riau, pekan lalu.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBPOM Manado Dra Maria S Patabang menerangkan, inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan di sejumlah ritel di Kota Manado, Kamis (29/3/2018).

Dua tim diturunkan, BBPOM Manado menemukan 148 kaleng dari empat merek berdasarkan instruksi penarikan produk oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Dra Maria S Patabang, Plh Kepala BBPOM Manado.
Dra Maria S Patabang, Plh Kepala BBPOM Manado.

Pertama, sebanyak 81 kaleng ikan makarel merek King’s Fisher dari Indogrosir Mapanget.

Kedua, 49 kaleng ikan makarel merek ABC dari Multimart Ranotana.

Ketiga, 10 kaleng ikan makarel merek Pronas dari Freshmart Bahu.

Keempat, 7 kaleng ikan makarel merek Pronas dan 1 kaleng ikan makarel merek Botan dari Fiesta Ria Supermarket di Jalan Sam Ratulangi.

Lampiran_Penjelasan_28_Maret_20181 (1)

Patabang menjelaskan, hasil temuan tersebut telah ditindaklanjuti para pimpinan ritel. Dengan melakukan penarikan dari pajangan, mengembalikan ke distributor, serta memusnahkan produk-produk tersebut.

Baca juga:   Reposisi Struktur, Dirut RSUP Kandou Lantik Pejabat Baru

Dia mengimbau, masyarakat semakin jeli melakukan pembelian produk. Dapatkan informasi lengkap tentang produk-produk berbahaya dikonsumsi via website BPOM di www.pom.go.id.

Sidak kali ini, juga diikuti Dinas Kesehatan Sulut dan Kota Manado, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut dan Kota Manado.

Tim 1 yang dipimpin Dra Maria S Patabang, melakukan pemeriksaan di Multimart Ranotana, Freshmart Bahu, Hypermart Mantos, Golden Swalayan, Jumbo Restaurant, dan Fiesta Ria Supermarket. Sedangkan Tim 2 melakukan pemeriksaan di wilayah Mapanget, Paal 2, dan Tikala.

Sidak ini serentak digelar di seluruh Indonesia. Setelah BPOM RI menemukan 16 produk ikan makarel impor, dan 11 produk ikan makarel dalam negeri yang mengandung cacing di Pekanbaru, Riau. Totalnya 27 produk ikan makarel.

Kepala BPOM RI Penny Lukito dalam rilis resminya menegaskan, semua Balai Besar POM di daerah akan memantau penghentian impor tersebut. Meskipun penghentian merupakan tanggung jawab dari produsen atau importir.

Baca juga:   Ini Tahapan Daftar Online STR Perawat Sulut

“Kami terus memantau pelaksanaan dan pemusnahan, serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap semua produk ikan dalam kaleng. Baik itu produk dalam negeri maupun luar negeri,” sebutnya.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *