LSM KIBAR Siap Datangi Kejati Sulut Tuntut Tidak adanya Konspirasi Dalam Proyek Pemerintah

oleh
Presiden Kibar, Andreas R Lasut.

MANADO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Indonesia Bersih (KIBAR) yang telah banyak melakukan perjuangan untuk membela rakyat kecil berencana akan mendatangi Kejati Sulut, Selasa (3/4/2018) mendatang. Setelah sebelumnya beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa menuntut keadilan untuk rakyat kecil diantaranya kasus lahan Bank SulutGo di Sitaro dan sengketa lahan di Kayuwatu.

KIBAR yang dipimpin oleh Presiden KIBAR, Pdt Andreas Lasut secara tegas akan melakukan aksi unjuk rasa di Kejati terkait beberapa kasus yang diduga terdapat unsur konspirasi antara Pemda dengan Pemerintah pusat.

“Adapun yang kami soroti adalah masalah di Sitaro terkait kasus pematangan lahan bandara Sitaro yang pada dasarnya bila dibandingkan dengan yang di Talaud hampir bersamaan namun untuk di Sitaro belum mencapai target 50%, bahkan ada tanah masyarakat yang belum dibayar,” tutur Andreas Lasut kepada Sulutaktual.com.

Menurutnya terdapat permasalahan dalam “ganti untung” bagi masyarakat yang harus ditanggung pemerintah sesuai PP no 71 tahun 2017.

Saat KIBAR gelar aksi unjuk rasa di Bank SulutGo 2017 lalu.
Saat KIBAR gelar aksi unjuk rasa di Bank SulutGo 2017 lalu.

“Jadi kami menduga ada konspirasi antara Pemda Sitaro dengan Pemerintah pusat khususnya Kementerian Perhubungan. Selain itu ada juga masyarakat terzolimi dengan adanya korupsi dan nepotisme atau KKN sehingga selaku putra Sitaro merasa terbebani dengan daerah sendiri,” tandasnya serta diiyakan oleh Sekjen KIBAR, Retno Ngesti saat mendampingi sang pemimpin KIBAR Sulut.

Dengan adanya hal itu maka KIBAR akan menuntut ke Kejati Sulut agar tidak berkonspirasi dengan pejabat pejabat yang tidak menegakan hukum serta cederung tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Baca juga:   Wakili Wali Kota Vicky Lumentut, Wawali Mor Resmikan Service Point Perizinan Kecamatan Tuminting

Tidak hanya masalah yang terjadi di Sitaro, Lasut juga menjelaskan akan membawa beberapa permasalahan lain seperti masalah pembangunan gedung KONI Manado yang menggunakan anggaran mencapai Rp. 2,75 Milyar, namun gedung KONI tidak ada perubahan, selain itu masalah 7 titik tambang liar yang ada di Mitra yang hingga saat ini merugikan PAD namun belum ditindaklanjuti.

“Dengan demikian kami akan maju dan tidak akan mundur dalam membela keadilan,” tegas Lasut.

Presiden KIBAR juga mengakui aksi yang akan lakukan ini tidak ada konspirasi politik khususnya terkait Pilkada di Sitaro. Namun lebih kepada melihat adanya kebangkitan orang yang akan memperjuangkan kebenaran bagi keadilan masyarakat.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *