Arahkan Pengadaan Solar Cell, Oknum Pendamping Dandes Pengurus Parpol Berulah Di Tabut

oleh
Kepla Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa Jeffry Gaghana SH.

TAHUNA -Lemahnya pengawasan terhadap setiap personel Pendamping Dana Desa (Dandes) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, nampaknya membuat Pendamping Dandes mulai lari dari tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi). Selain menjadi Pendamping Dandes, juga menjadi pengurus partai politik bahkan hingga mengitimadasi sejumlah Kapitalaung terkait dengan pengaadan Solar Cell.

Seperti halnya Pendamping Dandes Kecamatan Tabukan Utara, Abdul Asiz Maaling yang belakangan menuai sorotan publik akibat yang bersangkutan menjadi Pendamping Dandes justru juga memegang jabatan sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Sangihe.

“Yang bersangkutan adalah pengurus Partai Demokrat di Kabupaten tetapi kenapa diakomodir menjad Pendamping Dandes di tingkat Kecamatan dalam hal inj Kecamatan Tabukan Utara,” sembur sejumlah masyarakat yang bersua dengan sejumlah wartawan.

Lebih lanjut mereka juga menyatakan selain pengurus partai yang bersangkutan juga kerap melakukan manuver dengan menganggarkan sejumlah produk pengadaan di setiap kampung misalnya solar cell.

Baca juga:   Januari-Mei 2018, 4 Orang di Sangihe Terinfeksi HIV/AIDS

“Satu hal yang membuat masyarakat di beberapa Kampung di Tabukan Utara adalah sepak terjang yang bersangkutan yang mengarahkan pengadaan sejumlah pembelian perlengkapan infrstruktur seperti solar cell kepada salah satu penyedia jasa tersebut,” imbuh mereka.

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Jeffry Gaghana ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa Pendamping Dandes tidak boeh dari pengurus partai.

“Sesuai dengan regulasi yang ada tapi saya sudah lupa kalau diaturan mana mengatur Pendamping Dandes tidak boleh dari pengurus partai. Saya akan melaporkan ini ke lembaga yang menaungi Pendamping Dandes untuk tindakan selanjutnya. Namun alangkah baiknya Pendamping Dandes itu menentukan sikap mundur dari pengurus Parpol atau Pendamping Dandes,” jelas Gaghana.

Sementara itu, Abdul Asiz Maaling ketika dihubungi menyatakan dirinya sudah mengajukam pengunduran diri dari Pendamping Dandes.

“Sejak Juli 2017 lalu saya sudah mundur dari Pendamping Dandes apalagi pada bulan Mei 2017 saya sudah menjadi Staf Ahli Fraksi Gabungan di DPRD Sangihe,” tegasnya.

Disinggung menyangkut sepak terjangnya kerap mengintervensi Kapitalaung untuk pengadaan solar cell, Maaling menegaskan hal tersebut tidak pernah dilakukannya. “Silahkan tanya kepada 24 Kapitalaung se Kecamatam Tabulan Utara kalau saya pernah melakukan intervensi atau mengarahkan salah satu produk infrastruktur seperti solar cell dibeli pada salah satu suplayer. Ingat penentuan APBKamp dilakukan oleh Kapitalaung bersama perangkat Kampung lainnya dan itu disesuaikan dengan RPJMDes/RPJMKamp dimana semua program tersebut direalisasikan dalam setiap APBKam. Saya sebagai pendamping Dandes tetap pada Tupoksi saya,” imbuhnya sambil menyatakan semua tuduhan itu fitnah.

Baca juga:   Penanganan Covid 19, Gaghana: Dandes Bisa Dialihkan ke Program Padat Karya

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.