Aliansi Peduli Tata Gereja Mahasiswa UKIT Kritisi Pelaksanaan Sidang Sinode GMIM

oleh
Mahasiswa UKIT saat melakukam aksi di depan GKIC.

MANADO – Universitas Kristen Tomohon sebagai lembaga pencetak para pendeta yang akan mengisi seluruh gereja GMIM merupakan tempat dididiknya mahasiswa secara akademis dalam mempelajari agama Kristen.

Dengan dilaksanakannya sidang sinode GMIM yang dibuka secara langsung oleh orang no 2 di Indonesia, Jusuf Kalla Senin (19/3/2018) kemarin, ternyata ada beberapa jemaat GMIM yang mengkritisi pelaksanaan sidang tersebut.

Selasa (20/3/2018) siang tadi, Mahasiswa UKIT yang menyebut dirinya sebagai Aliansi Peduli Tata Gereja secara langsung mendatangi GKIC lokasi pelaksanaan sidang sinode GMIM.

Dipimpin oleh Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Valdo Woworuntu melakukan aksi di depan gerbang masuk GKIC, mereka dikawal ketat oleh Satpol PP dan anggota Polres Manado melangsungkan aksi mereka dengan membagikan buku bertajuk “Fakultas Theologi UKIT bersuara” serta selebaran dengan tema “Kritik kami untuk gereja Masehi Injil di Minahasa”.

Beberapa spanduk pun sengata dibentangkan agar dapat dilihat oleh para peserta sidang maupun para pengendara yang melewati GKIC. Salah satu Spanduk yang diperlihatkan yaitu bertuliskan “Tolak E- Voting !!!,  Berdasarkan tata gereja, Melanggar tata gereja”

Baca juga:   Ketum Panpel Roy Roring, Dampingi Gubernur Olly Dondokambey Buka KGM ke X PGI

“Tujuan aksi kami ada 2 yaitu menuntut pertanggung jawaban BPMS demisioner selama 2 tahun ini khususnya kami menuntut penyelesaian masalah masih adanya 3 Rektor UKIT yang kami rasakan sangat menggangu pelaksanaan belajar kami. Kami menolak E Voting yang tidak sesuai dengan juklak yang ada,” tegas Korlap, Valdo Woworuntu.

Woworuntu juga berharap dengan membagikan buku dan selebaran yang dilihat oleh peserta sidang, kiranya dapat menggugah hati para peserta untuk memperhatikan tuntutan mereka.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *