Oknum Mantan Kapitalaung Bengketang Diduga Gelapkan Perahu Pajeko Bantuan DKP

oleh
Pajeko Kelompok Nelayan Kadademahe Kampung Bengketang Kecamatan Tabukan Utara yang sudah rusak dan ditemukan di salah satu wilayah di Lembeh Kota Bitung.

TAHUNA – Menjadi salah pimpinan dimana pun harusnya menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakatnya bukan sebaliknya. Seperti halnya yang terjadi di Kampung Bengketang Kecanatan Tabukan Utara, dimana oknum mantan Kapitalaung setempat Desmon Lesawengen, belakangan ini menuai protes dari warganya. Pasalnya bantuan perahu Pajeko yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun anggaran 2012 lalu kepada Kelompok Nelayan Kadademahe Kampung Bengketang diduga lenyap dari kampung mereka.

Menurut keterangan salah satu anggota kelompok nelayan yang tak ingin namanya disebut, Senin (19/3/2018), bantuan tersebut diserahkan DKP pada tahun 2012. Hingga sekarang perahu pajeko tersebut hilang dari Desa Bengketang.

Kwitansi bukti setoran/fee hasil pajeko yang diserahkan ke Oknum Mantan Kapitalauang Bengketang Desmon Lesawengen.
Kwitansi bukti setoran/fee hasil pajeko yang diserahkan ke Oknum Mantan Kapitalauang Bengketang Desmon Lesawengen.

“Bantuan tersebut disalurkan Dinas Kelautan dan Perikanan di tahun 2012 kepada Kelompok Nelayan Kadademahe, Desa Bengketang. Perahu itu sekarang sudah tidak ada. Kami menerima data bahwa perahu itu sekarang ada di wilayah salah satu desa di Pulau Lembeh, di Bitung. Perahu tersebut kami duga digelapkan oleh Kepala Desa waktu itu, Desmon Lesawengen, tanpa sepengetahuan kami,” jelas salah satu anggota kelompok yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia juga menambahkan bahwa perahu tersebut sempat beroperasi, namun tak lama dari itu tiba tiba menghilang hingga hari ini.

Baca juga:   Gaghana: Staf Lalai Dalam Tugas Wajib Dibina Pimpinan OPD

“Awalnya memang perahu pajeko tersebut sempat dioperasikan di tahun 2012 oleh kelompok nelayan kami. Tak lama dari itu, kemudian menghilang. Kami juga mendapat data kalau oknum kepala desa tersebut mendapat keuntungan Rp5 juta setiap bulan dari hasil operasi perahu itu,” imbuhnya sambil berharap pihak berwajib segera menuntaskan masalah ini.

Upaya konfirmasi sejumlah awak media kepada Mantan Kapitalaung Bengketang Desmon Tatengkeng tidak bisa dilakukan hingga berita ini diterbitkan, sebab ketika dihubungi melalui nomor HP dengan nokor 082293616XXX, nomor oknum mantan Kapitalaung tersebut tidak bisa dihubungi.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *