Bandara Sam Ratulangi Musnahkan Prohibited Items, Captikus Berkurang

oleh
Para pimpinan Airport Security Committee Bandara Sam Ratulangi memusnahkan prohibited items. (Sumber foto: Humas PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado).

MANADO-PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado memusnahkan barang yang dilarang diberangkatkan dalam pesawat udara (prohibited items), Rabu (28/2) lalu. Berupa minuman keras jenis captikus (Flammable liquid) sejumlah 287 liter, benda-benda tajam seperti gunting, pisau, cutter dan sejenisnya sejumlah 1.121 buah, korek api dengan bahan bakar gas 3.580 buah, dan aerosol sebanyak 48 buah.

Airport Security And Safety Departement Head R. Bambang Triyono yang juga PTS General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado mengatakan, memasuki triwulan I tahun 2018 ini, terdapat penurunan prohibited items yang tersita. Khususnya cairan berupa jenis minuman keras captikus.

“Pada triwulan IV tahun 2017 sejumlah 453 liter. Dan yang dimusnahkan akhir Februari 2018 sebanyak 287 liter,” ujar Bambang.

Dia menjelaskan, kegiatan pemusnahan yang berlangsung di lapangan depan Kantor Administrasi Bandara Sam Ratulangi ini merupakan rutinitas per triwulan. Apalagi jika volume prohibited items sudah melebihi kapasitas. Ini juga sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 127 Tahun 2015 tentang program keamanan penerbangan nasional. Dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP 2765/XII/2010 tentang tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara, dan orang perseorangan yang diangkut dengan pesawat udara.

Baca juga:   Makam Bisem Dibongkar Saat Malam Kliwon

“Ke depannya semoga temuan barang terlarang seperti ini makin sedikit. Dan menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin peduli dengan keselamatan penerbangan,” tambah Bambang.

Diketahui, pemusnahan prohibited items kali ini dilakukan di sela pertemuan antara PT Angkasa Pura I selaku Penanggung Jawab Keamanan Penerbangan Bandara Sam Ratulangi, dengan instansi terkait yang tergabung dalam Airport Security Committee (ASC). Di antaranya, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado, Kepala Kepolisian Resor Manado, Komandan Pangkalan TNI-AU Sam Ratulangi, serta semua instansi terkait lainnya.
Pertemuan tersebut membahas program kerja, sistem koordinasi, hingga pembagian peran masing-masing instansi dalam menjaga keamanan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *