Rakor TPID Minut, Pantau Penimbunan Komoditas Guna Tekan Inflasi

oleh
GENJOT: TPID melakukan rapat bersama di Pemkab Minut, Rabu (28/2) kemarin.

MINUT– Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Minahasa Utara (Minut) menindaklanjuti hasil rapat yang dilaksanakan di Bank Indonesia beberapa waktu lalu, dengan mengadakan Rapat Kordinasi (Rakor) guna menekan laju inflasi di Kabupaten Minut.

Rapat yang dihadiri oleh Asisten II Drs Allan Mingkid MSi, Kabag Ops Kompol Farly Rewur SH MH yang mewakili Polres Minut, instansi terkait serta Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bulog,dilaksanakan Rabu (28/2/2018) kemarin.

Menurut Mingkid, rakor ini dilaksanakan guna mengkordinasikan agar bisa menekan laju inflasi di Kabupaten Minut.

“Dalam rakor ini, inflasi di Bulan Januari menjadi acuan dalam rapat. Dimana inflasi pada Bulan Januari di Kabupaten Minut sebesar 0,49 persen, jauh dibawah angka inflasi nasional yang sebesar 0,62 persen. Ini merupakan angka inflasi terendah di Pulau Sulawesi. Dan untuk angka inflasi di Bulan Februari, laporannya akan diterbitkan nanti pada Bulan Maret,” kata Mingkid.

Dikatakannya lagi, Tomat menjadi penyumbang inflasi terbesar di Bulan Januari, karena harganya yang sempat mencapai Rp10 ribu/Kg, kemudian diikuti daun bawang, cabe rawit yang sempat menjadi kelangkaan di nasional.

Baca juga:   Mingkid: Rastra 2017 Segera Dibagikan

“Untuk beras, tidak terjadi kelangkaan di Minut saat ini, sehingga tidak menyumbang inflasi. Bahkan dibeberapa tempat, harga beras berada dibawah harga pasar. Hanya tomat dan daun bawang yang diatas harga biasanya,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Minut juga tetap berusaha untuk menekan laju inflasi yang diakibatkan karena tingginya beberapa bahan pangan dengan melakukan kegiatan penanaman jenis bahan tersebut pada bulan Oktober-November lewat Dinas Pertanian.

“Pada Bulan Maret-April nanti, kita akan Panen Cabe Rawit sekira 350 Ha yang ditanami petani dan masyarakat. Komoditi ini juga salah satu penyumbang angka inflasi terbesar. Bulog pun telah berkomitmen untuk menampung hasil produksi jika panennya melimpah, sehingga petani tidak mengalami kerugian jika harga jatuh,” jelasnya.

Terpisah, Plh Kapolres Minut, Kabag Ops Kompol Farly Rewur SH MH mengatakan, pihaknya akan terus memantau komoditi yang ada di Minut. “Jangan sampai ada penimbunan. Tetapi sampai saat ini belum pernah ada masalah seperti itu,” kuncinya.

Baca juga:   Musim Kemarau, PDAM Minut Imbau Warga Menghemat Air

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *